Harapan di Tengah Puing: Hari ke-7 Pencarian Korban Runtuhnya Musala Al Khoziny, 37 Jiwa Tewas

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Minggu, 5 Oktober 2025 | 20:26 WIB
Menyoroti fakta terkini proses evakuasi insiden runtuhnya bangunan musala di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, pada Minggu, 5 Oktober 2025. (Dok. BNPB)
Menyoroti fakta terkini proses evakuasi insiden runtuhnya bangunan musala di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, pada Minggu, 5 Oktober 2025. (Dok. BNPB)

 

 

Sidoarjo, SUARA PEMBARUAN — Pencarian korban tragedi ambruknya bangunan musala tiga lantai di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, memasuki hari ketujuh pada Minggu, 5 Oktober 2025. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban jiwa terus bertambah dan kini mencapai 37 orang.

Tim SAR Gabungan terus bekerja tanpa jeda, menyisir puing-puing beton dan besi demi mengevakuasi para korban yang masih tertimbun. Aroma tak sedap dari jasad yang mulai membusuk semakin kuat di lokasi, menandakan waktu menjadi lawan terbesar bagi para petugas. Di sela-sela upaya evakuasi, tim menemukan mobil mewah berwarna hitam di sektor A3, menambah tanda tanya baru di tengah operasi penyelamatan.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, menegaskan bahwa fokus utama tim tetap pada pencarian korban manusia. “Kami tidak berkomentar mengenai evakuasi mobil. Fokus kami tetap pada penyelamatan korban,” ujarnya di lokasi kejadian.

Mobil Mewah di Tengah Reruntuhan

Penemuan Mercedes-Benz hitam di antara tumpukan puing memancing perhatian publik. Mobil itu ditemukan terjepit di antara bongkahan beton besar dan rangka baja yang saling menindih. Proses pengangkatannya memerlukan bantuan alat berat dan berlangsung cukup lama sebelum akhirnya kendaraan itu berhasil dievakuasi dan dibawa dengan dump truk ke tempat pembuangan.

Meski identitas pemiliknya belum dipastikan, sejumlah warga meyakini mobil tersebut milik pengasuh pesantren. Mereka kerap melihat mobil serupa terparkir di dekat kediaman pengasuh sebelum insiden nahas itu terjadi.

Korban Jiwa Terus Bertambah

Menurut Kasubdit RPDO Basarnas, Emi Freezer, jumlah korban meninggal dunia meningkat menjadi 37 orang setelah tim menemukan 11 jenazah baru pada Minggu dini hari. “Total sebelas korban berhasil dievakuasi di sektor A3 atau sisi belakang reruntuhan,” ujarnya dalam laporan resmi BNPB.

Salah satu jenazah ditemukan dalam kondisi tidak utuh. “Pukul 03.24 WIB kami menemukan satu korban dengan kaki kanan tidak ada,” tambahnya.

Seluruh jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk diidentifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Timur. Deputi Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, mengungkapkan bahwa sebagian besar korban ditemukan di lantai satu bagian utara bangunan. “Yang paling banyak ditemukan di lantai satu,” katanya.

Kendala Evakuasi dan Ancaman Kesehatan

BNPB mencatat, proses pembersihan puing telah mencapai sekitar 60 persen, namun masih terkendala beton besar yang menempel pada bangunan di sebelahnya. Untuk menghindari kerusakan tambahan, BNPB menggandeng tim ahli dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) guna meneliti struktur bangunan dan memberikan rekomendasi teknis.

“Sebagian beton masih melekat di sisi kiri bangunan yang terhubung dengan struktur lain. Tim ITS akan memastikan pembersihan berlangsung aman,” ujar Budi Irawan.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X