7 Jam Berjibaku Lawan Api, Kebakaran Kemayoran Hanguskan 250 Rumah dan Paksa 620 Warga Mengungsi

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 2 Juni 2026 | 21:20 WIB
Menyoroti insiden kebakaran yang melanda kawasan permukiman semi permanen di wilayah Kemayoran, DKI Jakarta. (Instagram.com/@humasjakfire)
Menyoroti insiden kebakaran yang melanda kawasan permukiman semi permanen di wilayah Kemayoran, DKI Jakarta. (Instagram.com/@humasjakfire)

Selain itu, kepolisian juga berkoordinasi dengan Sat Brimob Polda Metro Jaya untuk membuka dapur lapangan yang melayani kebutuhan makanan bagi para pengungsi sejak dini hari.

Tenda-tenda pengungsian juga didirikan di sekitar lokasi guna memberikan tempat tinggal sementara bagi warga yang kehilangan rumah.

“Kita juga memasang tenda pengungsian di lokasi Kebon Kosong untuk warga terdampak agar bisa mendapatkan tempat penampungan sementara,” tambahnya.

Tiga Korban Mengalami Luka

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan tiga orang mengalami luka-luka.

Dua korban bernama Puput dan Dika menjalani perawatan di Rumah Sakit Hermina Kemayoran. Sementara satu korban lainnya, Suparno, harus dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Keterangan saksi bernama Darni, yang merupakan pengurus RW 04, menyebut api pertama kali terlihat sekitar pukul 21.00 WIB dari dua rumah warga yang berada di belakang kediamannya.

Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan tiga unit alat pemadam api ringan (APAR) milik sekretariat RW. Namun kobaran api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.

Dugaan Korsleting Listrik

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian. Meski demikian, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik sebagai pemicu awal munculnya api.

Sementara itu, warga terdampak kini ditempatkan di lokasi pengungsian yang berada di Lapangan Yusuf Hamka, Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, mengatakan lokasi tersebut dipilih untuk memudahkan pendataan korban sekaligus koordinasi penyaluran bantuan.

“Tempat pengungsian sementara disiapkan agar warga tidak berkumpul di jalan dan bisa beristirahat,” ujarnya.

Menurut Safrizal, berbagai kebutuhan logistik bagi para korban telah disiapkan melalui kerja sama BPBD DKI Jakarta dengan Dinas Sosial, PMI, dan Baznas.

Kini, ratusan warga masih bertahan di pengungsian sambil menunggu proses pendataan dan penanganan lanjutan. Di tengah upaya pemulihan tersebut, kebakaran Kemayoran kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk, terutama yang memiliki instalasi listrik rentan dan akses lingkungan yang terbatas.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X