Surabaya, SUARA PEMBARUAN – Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti insiden kebakaran yang terjadi di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat, 15 Mei 2026. Peristiwa yang mengguncang pagi itu memicu kepanikan di lingkungan rumah sakit terbesar di Jawa Timur tersebut. Dalam unggahan akun Instagram @ini_surabaya pada hari yang sama, dilaporkan bahwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB itu mengakibatkan satu orang pasien meninggal dunia, sementara 36 pasien lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Asap tebal disebut menyelimuti kawasan RSUD Dr Soetomo pada pagi itu.
Kepastian jumlah korban selamat dan meninggal juga disampaikan langsung oleh pihak rumah sakit. Humas RSUD Dr Soetomo Surabaya, Anang Wijaya, ketika dikonfirmasi di lokasi kejadian, membenarkan bahwa hingga pukul 09.00 WIB, tim evakuasi telah mendata 36 pasien yang berhasil diselamatkan. "Satu pasien atas nama Mulyono (62) dinyatakan meninggal dunia akibat gagal napas selama proses evakuasi di ruang ICU lantai 6. Beliau merupakan pasien dengan penyakit jantung koroner yang sedang dalam perawatan intensif," ujar Anang kepada awak media. Ia menambahkan bahwa seluruh pasien selamat kini telah dipindahkan ke gedung perawatan lain yang aman.
Terkini, berdasarkan laporan di lapangan, kebakaran dilaporkan terjadi di lantai 5 gedung layanan jantung tersebut. Asap tebal sempat memenuhi sejumlah lantai hingga mempersulit proses evakuasi pasien, khususnya di ruang ICU lantai 6 yang berada tepat di atas titik api. Kondisi ini memaksa tim medis dan petugas keamanan rumah sakit bekerja ekstra keras untuk mengevakuasi pasien-pasien yang rata-rata dalam kondisi kritis dan terpasang berbagai alat bantu medis.
Secara terpisah, Koordinator Red Code atau tim tanggap darurat internal RSUD Dr Soetomo, Dwi K, menjelaskan bahwa begitu insiden terjadi, tim langsung menjalankan prosedur standar penanganan kebakaran. Langkah awal yang diambil adalah dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) untuk mencoba memadamkan api sejak dini. Dwi menyebut para petugas yang melakukan evakuasi telah terlatih dan dipastikan aman sehingga mampu menyelamatkan orang lain saat kebakaran terjadi. Namun, kobaran api diduga membesar dengan cepat sehingga pihak rumah sakit akhirnya meminta bantuan dari petugas pemadam kebakaran Kota Surabaya. Sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran diketahui telah diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan api. Usai berjibaku memadamkan kobaran di lantai 5, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api dan fokus mengeluarkan asap pekat dari dalam gedung.
Terkait penyebab kebakaran, Ketua Tim Kerja Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Trianjaya, menuturkan bahwa dugaan awal kebakaran berasal dari korsleting listrik di ruang farmasi yang berada di lantai 5. Menurutnya, hingga saat ini kondisi tempat kejadian sudah dinyatakan kondusif, seluruh pasien telah dievakuasi, dan pihaknya hanya terus bekerja untuk mengeluarkan sisa asap dari dalam gedung guna memastikan bangunan benar-benar aman.
Artikel Terkait
Tokoh Masyarakat Puncak Jaya Serukan Perdamaian dan Persatuan Warga
Tokoh Pemuda Tembagapura Soroti Dampak Sosial Pasca Operasi Penindakan di Kali Kabur
Tingkatkan Konektivitas Antaradesa, Koramil Lais Dampingi Pembangunan Jembatan Gantung Garuda Pagaruyung
Tokoh Papua Pegunungan Ajak Warga Menahan Diri Pasca Konflik Antar Kelompok di Jayawijaya
Tokoh Masyarakat Kampung Tagaloa Ajak Warga Jaga Keamanan Demi Kelancaran Pembangunan di Kabupaten Puncak