Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut angkat bicara terkait maraknya aksi tersebut.
Menurut Dedi, keberadaan oknum berpakaian pocong yang berkeliaran di permukiman hingga jalan raya telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Ini memang menjadi hal yang meresahkan warga,” ujar Dedi melalui unggahan Instagram pribadinya.
Ia mencontohkan kejadian di kawasan Lembang, ketika seorang oknum berpakaian pocong sampai harus ditertibkan oleh Satpol PP karena meminta-minta di jalan.
“Harusnya pocong keluar malam hari, ini siang hari untuk minta-minta ke setiap mobil yang lewat dan ini meresahkan warga, mengganggu kenyamanan, dan ketertiban lalu lintas,” katanya.
Dedi juga mengungkapkan bahwa modus penyamaran pocong kini semakin beragam, mulai dari aksi iseng hingga dugaan tindak kriminal.
“Di berbagai tempat ada pocong yang dikejar warga karena mencuri kambing. Ada pocong yang mengetuk-ngetuk rumah dengan berbagai modus,” ujarnya.
Menurutnya, apa pun motifnya, aksi semacam itu tetap mengganggu rasa aman masyarakat.
“Bisa modusnya minta-minta, bisa modusnya pencurian atau perampokan, bisa modusnya main-main atau iseng, tetapi ketiga-tiganya menurut saya meresahkan,” tegas Dedi.
Artikel Terkait
Teror Air Keras Aktivis KontraS, Desakan Menguat: Prajurit TNI Diminta Diadili di Peradilan Umum
Teror Gagal Total! DC Pinjol Kirim Laporan Kebakaran Palsu, Damkar Semarang Kena Prank, Ujungnya Pelaku Ngaku dan Minta Maaf
Teror Air Keras di Cengkareng, Pengendara Sepeda Listrik Diserang OTK
Wakapolri Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dan Teror Modern di Era Digital"
Viral Pocong Gegerkan Warga Lamongan, Polisi Bongkar Ternyata Ulah Remaja FOMO Bikin Konten