Teror Air Keras di Cengkareng, Pengendara Sepeda Listrik Diserang OTK

Photo Author
Rully Satriadi, Suara Pembaruan
- Senin, 27 April 2026 | 21:11 WIB
Menyoroti kasus penyiraman air keras yang terjadi di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. (Instagram.com/@warga.jakbar)
Menyoroti kasus penyiraman air keras yang terjadi di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. (Instagram.com/@warga.jakbar)


Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan aksi penyiraman cairan diduga air keras di kawasan Cengkareng. Peristiwa ini terjadi di wilayah Rawa Buaya dan menjadi sorotan publik setelah diunggah oleh akun Instagram @warga.jakbar pada Senin (27/4/2026).

Dalam rekaman tersebut, terlihat dua orang pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor mendekati seorang pria yang tengah mengendarai sepeda listrik. Kejadian berlangsung di Jalan Dharma Wanita V, kawasan permukiman di Rawa Buaya.

Korban yang mengenakan kaus merah dan celana pendek awalnya melaju seperti biasa. Namun situasi berubah ketika dua pria tanpa helm mendekat. Pengendara motor mengenakan kaus putih, sementara orang yang dibonceng memakai hoodie hitam sambil membawa botol berisi cairan.

Saat posisi sejajar, pelaku yang duduk di belakang langsung menyiramkan cairan tersebut ke arah tubuh korban. Serangan berlangsung sangat cepat sehingga korban tidak sempat menghindar.

Akibat serangan itu, korban langsung kehilangan kendali, menghentikan sepeda listriknya, lalu terjatuh di tengah jalan. Setelah kejadian, kedua pelaku langsung melarikan diri dari lokasi.

Dalam video lanjutan, korban terlihat sudah tidak mengenakan baju, diduga karena dampak cairan yang disiramkan. Warga sekitar kemudian berdatangan untuk memberikan pertolongan dan segera membawa korban ke klinik terdekat guna mendapatkan perawatan medis.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu sore (26/4/2026) ini masih dalam penanganan aparat kepolisian. Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, Parman Gultom, menyatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki lebih lanjut untuk mengungkap identitas pelaku sekaligus motif di balik aksi penyiraman tersebut. Kondisi korban pun belum diumumkan secara resmi.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X