Viral Pria Tendang dan Halangi Ambulans di Depok, Pelaku Akhirnya Ditangkap Polisi

Photo Author
Rully Satriadi, Suara Pembaruan
- Selasa, 12 Mei 2026 | 06:54 WIB
Pelaku penghadang mobil ambulans di Depok ditangkap polisi. (Instagram/polresmetrodepok)
Pelaku penghadang mobil ambulans di Depok ditangkap polisi. (Instagram/polresmetrodepok)

 

Depok, SUARA PEMBARUAN  – Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria menghalangi mobil ambulans viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di Jalan Moch Nail, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 11.18 WIB.

Dalam video yang beredar, pria mengenakan kaos putih terlihat marah-marah kepada sopir ambulans yang sedang menuju lokasi untuk menjemput pasien. Tidak hanya menghadang kendaraan, pria tersebut juga terekam menendang bodi ambulans hingga menimbulkan kerusakan.

Kasus itu kemudian ditangani Polres Metro Depok. Polisi berhasil mengamankan pelaku berinisial ML pada Minggu malam sekitar pukul 22.50 WIB di kediamannya di Jalan Jati Raya, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Depok.

“Pelaku diamankan bersama saksi yang merupakan adik iparnya. Sepeda motor yang digunakan saat kejadian juga turut disita sebagai barang bukti,” ujar pihak kepolisian, Senin (11/5/2026).

Setelah diamankan, pelaku langsung dibawa ke Mapolres Depok untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Video kejadian viral tersebut salah satunya diunggah akun Instagram @albaarifoundation. Dalam penjelasannya, pihak ambulans menyebut saat kejadian mereka baru berangkat dari kantor untuk menjemput pasien.

Karena melintas di jalan lingkungan yang sempit, ambulans disebut hanya menyalakan lampu jumper tanpa menggunakan sirine.

“Karena jalur kecil di lingkungan warga, kami hanya menggunakan jumper dan tidak menyalakan sirine,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Namun, pelaku disebut tidak terima dengan penggunaan lampu isyarat tersebut dan langsung memarahi tim ambulans.

Pihak ambulans mengaku sudah menjelaskan bahwa mereka sedang dalam perjalanan menjemput pasien. Bahkan, mereka sempat mengajak pelaku ikut bersama untuk memastikan tujuan perjalanan tersebut.

“Kami sudah menjelaskan bahwa sedang menjemput pasien, tetapi beliau tidak percaya. Akhirnya kami persilakan ikut agar bisa memastikan sendiri,” lanjut keterangan itu.

Awalnya pelaku disebut bersedia mengikuti ambulans. Namun di tengah perjalanan, emosinya kembali memuncak.

Pelaku kemudian memotong jalur kendaraan ambulans dan kembali menghalangi lajunya di jalan.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X