Langit Lampung Heboh! Benda Bercahaya Misterius Ternyata Sampah Antariksa

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 6 April 2026 | 21:29 WIB
Menyoroti objek misterius yang terpencar di langit wilayah Lampung, peneliti BRIN kini ungkap dugaan penyebabnya. (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti objek misterius yang terpencar di langit wilayah Lampung, peneliti BRIN kini ungkap dugaan penyebabnya. (Instagram.com/@undercover.id)

 


Lampung, SUARA PEMBARUAN - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan penampakan benda bercahaya yang melintas di langit wilayah Lampung pada Sabtu (4/4/2026) malam.

Dalam rekaman yang beredar, objek tersebut tampak memanjang dan kemudian terpecah menjadi beberapa bagian, sehingga menarik perhatian warga yang menyaksikannya secara langsung.

Unggahan di Instagram menyebut fenomena itu sempat membuat warga di Lampung hingga Banten heboh, karena terlihat seperti benda langit misterius yang bergerak cepat dan bercahaya terang.

Menanggapi hal tersebut, Profesor Astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa objek tersebut bukanlah fenomena supranatural, melainkan sampah antariksa.

Ia menyebut benda tersebut merupakan serpihan yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi, sehingga terlihat seperti cahaya terang yang kemudian pecah menjadi beberapa bagian.

Lebih lanjut, Thomas menduga objek itu merupakan bagian dari roket China jenis CZ-3B yang sebelumnya berada di orbit. Berdasarkan analisis lintasan, benda tersebut meluncur dari arah India menuju Samudera Hindia, melintasi wilayah barat Indonesia.

Fenomena ini terjadi sekitar pukul 19.56 WIB, saat objek memasuki lapisan atmosfer yang lebih padat di ketinggian di bawah 120 kilometer. Akibat gesekan dengan atmosfer, benda tersebut terbakar dan hancur, menciptakan efek visual berupa cahaya terang yang terlihat dari permukaan Bumi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa fenomena langit yang tampak mencurigakan tidak selalu berbahaya, namun merupakan bagian dari aktivitas benda antariksa yang masuk kembali ke atmosfer.

Hingga saat ini, belum ada laporan dampak atau kerusakan akibat kejadian tersebut.



Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X