Penelitian Irwan berfokus pada strategi manajemen branding yang unik, menggabungkan identitas budaya Indonesia dengan kebutuhan kesehatan konsumen, serta menyoroti potensi obat tradisional untuk hidup berdampingan dengan perkembangan kesehatan modern.
Penelitian Irwan juga menjelaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam sebuah merek. Tolakangin, sebagai jamu alami, memanfaatkan storytelling dan testimoni konsumen untuk menciptakan hubungan emosional yang kuat. Baca Juga: 120 Personel Satpol PP Siap Bantu Amankan Pilkada Bengkulu Selatan
Ia mengeksplorasi industri kesehatan di Indonesia, memberikan perspektif baru tentang bagaimana keterikatan emosional dapat meningkatkan loyalitas konsumen dan pengenalan merek.
Irwan menyampaikan terima kasih kepada UNNES atas penganugerahan gelar kehormatan yang Ia terima.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rektor UNNES beserta seluruh jajarannya, juga kepada keluarga saya, keluarga besar Sido Muncul, serta sahabat-sahabat yang selalu mendukung saya,” ungkap Irwan saat memberikan orasi ilmiah.Baca Juga: 120 Personel Satpol PP Siap Bantu Amankan Pilkada Bengkulu Selatan
Menurut Irwan, hal-hal yang Ia lakukan sebagai produsen Tolakangin adalah bentuk tanggung jawabnya kepada para konsumen.
Tolakangin pertama kali diresepkan pada tahun 1930 dan mulai diproduksi secara pabrik tahun 1951. Baca Juga: Video Dukungan Prabowo ke Luthfi-Yasin, Pengamat Undip: Tak Langgar Aturan
Produk ini dinyatakan aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang, sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
"Saya belajar 108 semester di Universitas Sido Muncul, hingga menerima gelar doktor kehormatan ini," ujar Irwan Hidayat, disambut tepuk tangan ratusan undangan.
Rektor UNNES, Prof. Dr. S Martono, M.Si. mengucapkan selamat kepada Irwan Hidayat atas penganugerahan gelar Doktor Kehormatan tersebut.Baca Juga: Program Petani Milenial, Ahmad Luthfi-Taj Yasin Dukung Swasembada Pangan
“Gelar Doktor Kehormatan yang kami berikan kepada Bapak Irwan Hidayat pada hari ini bukan hanya sebagai pengakuan atas karya-karyanya yang luar biasa, tetapi juga sebagai wujud penghargaan terhadap semangat dan dedikasi beliau dalam memajukan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemanusiaan,” ungkap Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis itu.
Kami, imbuhnya, percaya bahwa gelar ini akan semakin memotivasi Bapak Irwan Hidayat untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat dan bangsa.Baca Juga: PKB dan Kiai Lawan Hoaks Serang Cagub Ahmad Luthfi
Dengan penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa ini, Irwan Hidayat tidak hanya mendapatkan penghargaan atas dedikasinya dalam memajukan industri herbal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak pelaku industri lainnya untuk terus berinovasi dan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal.
Melalui komitmennya terhadap kualitas dan keberlanjutan, Irwan menunjukkan bahwa produk Indonesia dapat bersaing di pasar global dengan memanfaatkan kekayaan budaya dan alam yang dimiliki.Baca Juga: Luthfi-Yasin jadi Perangko Prisma Resmi Kantor Pos