Medan, suarapembaruan.news - Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Ganjar Pranowo, berkunjung ke lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM UGM di Desa Kampung Lalang, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara, pada Selasa (30/7/2024).
Ganjar yang langsung menyapa mahasiswa dan menabur eco enzym di parit desa juga didampingi oleh Pejabat Bupati Batubara, Heri Wahyudi dan Ketua Pengda Kagama Sumatera Utara, Mulianta Sitepu.
Diketahui, pembuatan Eco enzym ini merupakan salah satu solusi atas parit desa yang menjadi sarang jentik nyamuk. Sebab wilayah ini masih endemi Malaria. Lebih dari lima (5) penduduk yang terjangkit penyakit DBD.
Usaha pembuatan eco enzym ini diapresiasi oleh Ganjar Pranowo seraya menyatakan, kalau apa yang dilakukan mahasiswa, bisa menyelesaikan persoalan di masyarakat. Namun jika ada masalah dan tidak mampu, maka sampaikan ke Pemda atau ke UGM.
Ganjar mengharapkan implementasi teknologi tepat guna yang diaplikasi di masyarakat diharapkan terus meningkat meksi membutuhkan waktunya lama. “Kalau tidak selesai, harap dicatat agar mahasiswa di periode kedua dapat datang kesini untuk melanjutkan programnya,” pintanya.
Kormanit Mahasiswa KKN Tanjung Tiram, Aqil Rafi Aljauzia memaparkan permasalahan yang dihadapi selama KKN di hadapan Ganjar Pranowo mengatakan bahwa masalah utama di Desa Lalang adalah soal pemilahan dan pengelolaan sampah. Selanjutnya penguatan Sumber Daya Manusia dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
“Kami melakukan edukasi pengelolaan sampah anorganik diberikan kepada anak-anak supaya mereka tahu sampah seperti botol kecil bisa dibuat kerajinan. Kami juga berupaya melakukan inovasi berupa eco enzim untuk membantu membersihkan air agar tidak tercemar,” jelas mahasiswa prodi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan.
Salman, mahasiswa KKN lainnya dari prodi Pengelolaan Hutan, Sekolah Vokasi menuturkan bahwa salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan sampah diantaranya pengolahan sampah dari rumput ilalang yang jika tidak diolah lalu dibakar bisa mengakibatkan kebakaran hutan. Oleh karena itu, Tim mahasiswa KKN membuat kertas dari bahan ilalang. “Kami menggunakan metode yang sederhana, yaitu ilalang di-blender kemudian dijemur,” ujarnya.
Menurut Ganjar, kertas ilalang ini nantinya dapat digunakan untuk membuat benda-benda yang bermanfaat, contohnya adalah tempat tisu serta kemasan produk aromaterapi yang juga mereka buat.
Sedang Direktur Pengabdian kepada Masyarakat Dr Rustamadji mengatakan, penerjunan mahasiswa KKN PPM UGM diharapkan mampu mengembangkan potensi yang ditemuinya di lokasi dengan ilmu yang sudah didapatkan di bangku kuliah. “Kita ingin mahasiswa bisa mengembangkan sesuatu yang baru dan belajar dari masyarakat dalam mengelola masalah yang ada dan mencari solusinya,” jelasnya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tanjung Tiram, Dr Widya Nayati menyampaikan bahwa targetnya dari program kerja kegiatan KKN PPM yang di lakukan di Kampung Lalang ini bisa menjadi wilayah bebas penyakit malaria. Widya menjelaskan beberapa program dari pembuatan eco-enzyme, membuat aromaterapi, membuat alat tangkap nyamuk, alarm anti maling, serta pengembangan SDM. “Kita melihat wilayah yang dikelola jadi bersih, parit kita kelola, sampah kita kelola, dengan harapan wilayah ini menjadi wilayah bebas tanpa malaria,” ucapnya.
Semantara, Pj Bupati Batu Bara, Heri Wahyudi menjelaskan bahwa pada KKN kali ini di Kabupaten Batu Bara terdapat sekitar 25 orang, dari 7 fakultas dan sekolah vokasi. Ia berharap dengan kedatangan mahasiswa ke Batu Bara akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat di pedesaan. (*)