“Bicara fisi nuklir sangatlah mungkin, terlebih lagi telah lahir reaktor fisi mikro (1-4 MWe). Bandingkan sebelumnya harus 800 MWe. Kami akan pelajari mendalam Small Modular Reactors ini, apalagi dengan teknologi baru, generasi keempat dan sangat kecil. Menurut kami dengan pulau-pulau yang banyak, PLTN mikro ini sebuah harapan dan sesuai. Kami mendukung program ini,” ujarnya.
Muhammad Nur menambahkan bahwa teknologi sekarang merupakan generasi keempat jadi sangat jauh berbeda dibanding dengan generasi pertama samapai ke tiga. Generasi keempat ini usia limbah radioaktifnya sangat pendek.
Reaktor daya dalam bentuk modul hanya 4 MWe. Terobosan yang sangat menarik untuk dikembangkan pemanfaatannya di Indonesia dan dapat ditempatkan di pulau-pulau Indonesia.
Dalam diskusi tersebut Muhammad Nur dan Tri Mumpuni menyadari bahwa persolan Indonesia terbesar dalam pemanfatan PLTN adalah persepsi masyarakat. Penerimaan masyarakat yang terlanjur mengalami phobia terhadap nuklir. Keduanya sepakat sosialisasi yang tersistematis terus menerus perlu dilakukan.*