pendidikan

Kasus Dugaan Riset Palsu di Denmark Meluas, ITB dan UNY Akui Prihantini Alumni Kampus Mereka

Kamis, 28 Mei 2026 | 21:57 WIB
Prihantini saat memaparkan materi dalam konferensi ISPPD 2026 di Kopenhagen, Denmark. (Instagram/w.o.d.d)

 



Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Kasus dugaan pemalsuan riset ilmiah yang menyeret nama Prihantini dan Rifaldy Fajar dalam konferensi internasional International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 di Kopenhagen, Denmark, terus menjadi sorotan publik.

Setelah ramai diperbincangkan di media sosial, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) akhirnya buka suara terkait status akademik dua nama yang terseret dalam polemik tersebut.

Dalam sejumlah dokumen penelitian yang dipresentasikan di konferensi internasional itu, Prihantini disebut sebagai alumni ITB dan UNY. Selain Prihantini dan Rifaldy Fajar, nama Sahnaz Vivinda Putri juga ikut menjadi perhatian karena tergabung dalam kelompok riset yang sama.

Polemik semakin memanas setelah muncul dugaan bahwa sejumlah penelitian dibuat hanya demi memperoleh travel grant untuk menghadiri konferensi di luar negeri.

Pihak ITB membenarkan bahwa Prihantini merupakan alumni Program Magister Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB angkatan 2020 dan lulus pada 2022.

Namun, Dekan FMIPA ITB, Aep Patah, menegaskan materi yang dipresentasikan Prihantini dalam konferensi ISPPD tidak memiliki hubungan dengan tesis maupun aktivitas akademiknya selama menempuh pendidikan di kampus tersebut.

“Materi yang dipresentasikan yang bersangkutan dalam konferensi internasional tersebut tidak berkaitan dengan tesis maupun aktivitas akademik di ITB,” ujar Aep dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa tesis Prihantini saat kuliah magister berjudul “Kajian Analitik Gelombang Air Akibat Longsoran pada Pantai Miring”.

Aep juga menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan Prihantini merupakan tanggung jawab pribadi sebagai individu, bukan bagian dari aktivitas resmi institusi.

“Jika terdapat proses hukum atas tindakan tersebut, maka ITB sangat menghormati upaya hukum dimaksud,” katanya.

Sementara itu, Universitas Negeri Yogyakarta juga mengonfirmasi bahwa Rifaldy Fajar dan Prihantini merupakan alumni Program Studi S1 Matematika.

Menurut data akademik UNY, Rifaldy lulus pada tahun 2017, sedangkan Prihantini menyelesaikan studi pada 2018.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Nur Hidayanto, mengatakan pihak kampus hingga kini belum menerima laporan resmi terkait dugaan pemalsuan riset tersebut sehingga belum dapat mengambil langkah etik maupun sanksi.

Halaman:

Terkini