Dalam sesi tersebut, Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus lima untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK.
Namun, jawaban serupa dari Grup B SMAN 1 Sambas justru mendapat nilai sempurna dari dewan juri yang sama.
Perbedaan penilaian itulah yang kemudian diprotes langsung oleh Ocha di hadapan juri dan penonton.
Polemik tersebut akhirnya memicu respons dari Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. MPR RI menyatakan telah menonaktifkan dewan juri dan MC yang bertugas dalam kegiatan LCC Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat.
Dalam pernyataan resminya, pihak MPR juga memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan lomba menyusul ramainya kritik dan sorotan publik di media sosial.