Nano spray dryer dengan sistem pemanas dan pengumpul partikel elektrostatik, memiliki volume 200 mg atau 2 mL. Hasil produk akhir meningkat. hingga 90%, ukuran partikel turun hingga 300 nm dengan distribusi ukuran yang sempit, dan proses pengeringan cepat tercapai hingga 150 ml/jam.
Baca Juga: Atasi Longsor Liku 9, Kementerian LHK Izinkan Pinjam Pakai Kawasan Hutan
Keuntungan utama bubuk ukuran nano, meningkatkan stabilitas, rasio volume permukaan dan tingkat penetrasi lebih tinggi, potensi terapeutik pada obat menjadi lebih efektif serta tidak beracun. Ukuran nano secara signifikan mempengaruhi serapan nanopartikel seluler dan jaringan, karena mempengaruhi mekanisme internalnya.
Ilmuwan yang telah mengimplementasikan beberapa produk hilirisasi di industri teh diantaranya dengan no Paten IDS000007201 mengungkapkan bahwa mekanisme nano spray drying merupakan penguapan pelarut dan difusi zat terlarut pada spray karena perpindahan panas dan massa secara simultan.
Baca Juga: Gubernur Rohidin : Pasca Pemilu Bengkulu Aman dan Kondusif
Kenalkan Solution product terdispersi menjadi tetesan halus, diikuti penguapan pelarut, sehingga terjadi penyusutan massa hingga terbentuk bubuk halus berupa amorf atau kristal.
Mekanisme nano ionasi untuk mengubah morfologi partikel dari butiran kasar menjadi bubuk sangat halus. Produk yang dihasilkan dapat meningkatkan kelarutan karena rasio permukaan ke partikel nano lebih tinggi dan memiliki struktur lebih amorf sehingga mempercepat kinetika release suatu produk.
Tim saat ini bekerjasama dengan industri teh Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung di Bandung Selatan dan PT. Rumpun Sari Medini untuk pengembangan produk komersial bubuk theaflavin teh.
‘’Harapannya, dalam waktu dekat dapat segera komersialisasi produk di industri melalui riset terapan dan komersial, sehingga hasil riset ini bisa bermanfaat untuk masyarakat khususnya orang-orang yang berjuang untuk sembuh dari penyakit," pungkas Yohana.*