Surabaya, SUARA PEMBARUAN - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, meluncurkan Sistem Aquaponik Pintar (SIAP) dan program I-Farm sebagai bagian dari inisiatif pertanian presisi berbasis teknologi. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan panen melon perdana di kawasan Urban Farming ITS, Kampus ITS Sukolilo, Surabaya, akhir pekan ini.
I-Farm merupakan platform pertanian cerdas yang mengintegrasikan sistem aquaponik, pemantauan berbasis sensor, serta pengelolaan data digital. Fasilitas ini menjadi bentuk nyata komitmen ITS dalam mewujudkan pertanian modern yang efisien dan ramah lingkungan.
“I-Farm dirancang untuk menghadirkan proses budidaya yang lebih presisi dan mudah diakses oleh masyarakat,” ujar Wakil Rektor IV ITS Prof Ir Agus Muhamad Hatta MSi PhD.
Alumnus Technological University Dublin, Irlandia tersebut menuturkan bahwa saat ini I-Farm difokuskan untuk mendukung riset dan edukasi mengenai budidaya tanaman dan ikan dalam satu ekosistem terpadu.
Hal tersebut diwujudkan melalui penggunaan perangkat modular SIAP yang memungkinkan pemantauan serta pengendalian lingkungan tumbuh secara terukur di kawasan Urban Farming ITS.
Terkait sistem pemantauannya, Guru Besar Teknik Fisika ini membeberkan, sistem ini telah dilengkapi dengan sensor suhu, kelembapan, pH, dan kadar oksigen untuk mengawasi kondisi ekosistem secara real-time.
Perangkat tersebut bekerja untuk memastikan aliran nutrisi, kualitas air, dan kesehatan tanaman berada pada parameter ideal selama proses budidaya.
“Pemantauan yang sistematis membantu menjaga stabilitas pertumbuhan tanaman,” jelasnya.
Seluruh data akan terhubung dengan platform digital berbasis Cloud, sehingga memungkinkan analisis otomatis menggunakan kecerdasan buatan. Sistem ini memberikan rekomendasi terkait penyiraman, pengaturan sirkulasi air, hingga pemberian pakan ikan dengan lebih tepat.
“Integrasi ini meningkatkan efisiensi sekaligus mempermudah pengambilan keputusan,” ujarnya.
Ke depannya, Hatta menyampaikan bahwa ITS akan mengembangkan I-Farm dengan menambah unit SIAP serta memperluas varietas tanaman yang dibudidayakan melalui sistem ini.
Inisiatif tersebut ditujukan untuk memperkuat riset teknologi pertanian sekaligus membuka akses pembelajaran inovatif yang lebih luas bagi sivitas akademika ITS.
“Kami berharap I-Farm dapat tumbuh menjadi pusat riset pertanian cerdas di Indonesia,” tutur Hatta.
Selain peluncuran I-Farm, acara juga diisi dengan panen perdana tanaman buah baby melon Sagami hasil implementasi teknologi SIAP. Melon premium tersebut menunjukkan tingkat keberhasilan yang stabil dan kualitas yang konsisten, sehingga membuktikan efektivitas penggunaan teknologi dalam proses budidaya.