pendidikan

Dukung Program Pemerintah Wujudkan Ketahanan Pangan Melalui Entrepreneurship Intercropping Tanaman Edamame, Dosen ITSI Dorong PemberdayaanPetani Sawit

Jumat, 29 Agustus 2025 | 14:58 WIB

 

Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan program pemberdayaan petani sawit rakyat melalui entrepreneurship intercropping tanaman edamame guna peningkatan perekonomian petani sawit rakyat menuju sustainability in greeen economy di Desa Silomlom Kabupaten Asahan, bekerjasama melalui Hibah BIMA Kemdiktisaintek tahun 2025.

“PkM ini dimaksudkan untuk dua hal penting, pertama mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kedua melalui tanaman Edamame disela-sela tanaman sawit rakyat diharapkan mampu menghasilkan nilai ekonomis untuk meningkatkan prekonomian petani sawit rakyat,” ujar Rektor ITSI Purjianto, S.E., M.M saat memberi sambutan pembukaan dimulainya PkM di Desa Silomlom Kabupaten Asahan.

Baca Juga: 232 Atlet Ramaikan Kejuaraan Bulu Tangkis PBSI Bengkulu

Marzuti Isra, S.E, M.E sebagai Ketua Tim PkM, Purjianto, S.E., M,M & Hari Gunawan, S.S.T.,M.Agr sebagai anggota Tim PkM, Kepala LP2M ITSI Dr. Sri Wahyuna, M.Pd, Tim Dosen Friska Anggraini Barus, S.Sos.,M.Pd, Maisarah, S.Si., M.T & Ratu Mutiara Siregar, S.Kom., M.Kom sebagai Tim pendamping PkM serta melibatkan langsung 6 orang Mahasiswa/i ITSI Dody Maura Surbakti, Habibul Khusyairi, Mariana Elisabet BR Pardede, Mutia Dwi Anggraini, Fajariah Pulungan dalam kegiatan PkM yang akan berlangsung selama 3 bulan penuh ini berfokus pada pemberdayaan petani sawit rakyat melalui entrepreneurship intercropping tanaman edamame sebagai langkah strategis untuk meningkatkan perekonomian desa menuju pembangunan berkelanjutan berbasis green economy. 

 

Baca Juga: Pertamina dan KALEB Hadirkan Kegiatan Edukatif

“Selain pelatihan teknis, tim juga membekali petani dengan materi kewirausahaan (entrepreneurship), mulai dari manajemen usaha tani, pengolahan hasil panen, hingga strategi pemasaran. Dengan demikian, petani tidak hanya mampu menghasilkan produk pertanian, tetapi juga dapat mengelola bisnisnya secara mandiri dan berdaya saing,” tambah Purjianto.

PkM diawali dengan penyuluhan dan pelatihan kepada petani mengenai teknik intercropping antara sawit dengan edamame. Sistem ini dinilai efektif untuk meningkatkan produktivitas lahan tanpa merusak ekosistem, sekaligus memberikan tambahan pendapatan dari hasil panen edamame,” pemberian penyuluhan Hari Gunawan.

“Melalui intercropping edamame di kebun sawit, kami ingin memberikan solusi inovatif yang tidak hanya menambah pendapatan petani, tetapi juga mendukung pembangunan desa yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, program ini sekaligus merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab tantangan masyarakat desa” ungkap Ketua Tim PkM Marzuti Isra. 

Setelah memberikan penyuluhan, Ketua & anggota Tim Hibah BIMA Kemdiktisaintek, bersama Petani Sawit Rakyat yang tergabung dalam Kelompok Tani Desa Silomlom dipimpin Ali Sofyan melakukan teknis penanaman Edamame secara Bersama-sama. Selanjutnya beberapa benih edamame diberikan kepada anggota kelompok tani agar ditanam disela tanaman kelapa sawit yang ada pada lahan milik kelompok tani Desa Silomlom.

Baca Juga: Profesor Pertama FKK ITS Dorong Inovasi Pengolahan Sinyal Otak

Dalam kesempatan ini, Kepala Desa Silomlom, Indra Yusrika Nasution, yang turut hadir dalam acara pembukaan PkM memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini karena dinilai mampu menggerakan ekonomi desa. “Kami menyambut baik program hibah BIMA Kemdiktisaintek ini. Dengan adanya pendampingan dari perguruan tinggi, petani kami lebih percaya diri untuk berinovasi dan membangun usaha tani yang berkelanjutan,” ucap Indra Yusrika Nasution.

Halaman:

Tags

Terkini

UGM Raih Pendanaan Riset PKM Terbanyak Nasional

Selasa, 2 Juni 2026 | 19:42 WIB