Semarang, SUARA PEMBARUAN — Menyebut universitas unggulan di Kota Semarang, nama Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) patut masuk daftar teratas.
Dalam kurun sepuluh tahun terakhir, kampus yang terletak di Jalan Kedungmundu No. 18 ini telah menjelma menjadi institusi pendidikan tinggi yang modern, adaptif terhadap perkembangan global, dan kini menyandang predikat Akreditasi Unggul dari BAN-PT berdasarkan SK No. 101/SK/BAN-PT/Ak/PT/II/2025, yang ditetapkan pada 18 Februari 2025.
Di balik lonjakan prestasi ini berdirilah sosok sentral: Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd, yang menjabat sebagai Rektor sejak 2015. Melalui visi kepemimpinannya, Unimus bertransformasi dari kampus dengan keterbatasan fasilitas menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional—tanpa utang sepeser pun.
“Semua pembangunan dilakukan dengan pengelolaan keuangan internal yang amanah dan transparan,” ungkap Prof. Masrukhi.
Dari Keterbatasan Menuju Keunggulan: Jejak Transformasi Unimus
Ketika Prof. Masrukhi memulai masa jabatannya, jumlah mahasiswa baru berkisar 2.300 orang, dengan keterbatasan fasilitas fisik yang cukup menantang. Namun sejak 2016, Unimus memasuki babak baru dengan pembangunan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) serta Laboratorium Terpadu setinggi empat lantai.
Perjalanan transformasi terus bergulir:
2017: Pembangunan gedung tujuh lantai untuk Fakultas Kedokteran, Ekonomi, dan Bahasa, serta fasilitas olahraga.
2018: Peresmian Gedung Serba Guna multifungsi untuk acara akademik dan publik.
2019: Gedung delapan lantai untuk Fakultas Teknik dan MIPA.
2023–2024: Proyek besar GKB III untuk FKM, FKG, Pascasarjana, serta RS Unimus tipe B dengan tiga menara sembilan lantai di atas lahan 2,4 hektare.
Di sisi barat rumah sakit, Unimus Farm hadir sebagai laboratorium peternakan sekaligus sumber pemasukan. Lingkungan kampus juga dilengkapi mini market, kafe, dan masjid representatif untuk menunjang atmosfer kampus Islami dan mandiri.
Sumber Daya Manusia Unggul sebagai Fondasi