Semarang, SUARA PEMBARUAN — Dosen dan pakar komunikasi politik Universitas Diponegoro (UNDIP), Wijayanto, S.IP, M.Si, Ph.D, yang juga Pembantu Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerjasama dan Komunikasi Publik, menekankan pentingnya kolaborasi antara media dan institusi pendidikan tinggi, khususnya UNDIP, dalam menjalankan fungsi profetik atau kenabian, yakni menyuarakan kebenaran, menegakkan keadilan, dan membela kaum tertindas.Baca Juga: Dukung Sekolah Rakyat, Pemprov Jateng Tunggu Assesment Kemensos
“Media dan perguruan tinggi, termasuk UNDIP, memiliki fungsi profetik. Seperti para nabi, kita harus berani menyuarakan kebenaran meski pahit, menjadi suara bagi mereka yang terpinggirkan, dan melawan ketidakadilan,” tegas Wijayanto, dalam media gathering bertajuk "Sinergitas dengan Media untuk Undip Bermartabat dan Bermanfaat", Kamis (17/4/2025) di Ruang BAK Gedung SAMWA UNDIP.
Hadir dalam acara itu, Direktur Jejaring Media, Komunitas dan Komunikasi Publik UNDIP, Dr Nurul Hasfi, S.Sos, MA. dan Manajer Humas Utami Setyowati, SS, M.Si.Baca Juga: 40 SD dan SMP di Kota Bengkulu Baru Laksanakan Program MBG
Dalam paparannya, Wijayanto menyebut bahwa baik media maupun universitas memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi suara kebenaran di tengah masyarakat yang semakin terfragmentasi oleh hoaks dan polarisasi informasi.
Menurut Wijayanto, di tengah tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi informasi, sinergi antara media dan akademisi menjadi krusial.Baca Juga: Gubernur Helmi Ajak Masyarakat Bengkulu Selatan Sukseskan PSU Bupati dan Wakil Bupati 19 April 2025
Media dapat menjadi saluran penyebaran hasil riset dan analisis akademik yang berbasis data, sementara kampus dapat menjadi benteng nalar kritis dan integritas ilmiah di tengah arus informasi yang kadang bias dan tendensius.
“Kolaborasi ini bukan hanya soal publikasi, tapi tentang membangun masyarakat yang tercerahkan, adil, dan beradab. Inilah misi kenabian yang harus kita jalankan bersama,” lanjut penelitia media yang menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Leiden pada tahun 2019 tentang biografi harian Kompas.Baca Juga: Kuliah Tamu di RWTH Aachen Jerman, Dosen Sekolah Vokasi UNDIP Paparkan Penerapan Circular Economy di Indonesia
Dengan semangat fungsi profetik ini, Dr. Wijayanto mengajak seluruh elemen UNDIP dan insan pers untuk terus menjaga independensi, integritas, dan keberpihakan pada kebenaran demi masa depan bangsa yang lebih baik.*