pendidikan

Kuliah Bela Negara Upaya Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa Baru UKSW

Senin, 14 April 2025 | 13:41 WIB
Pembukaan Mata Kuliah Bela Negara UKSW ditandai dengan pengalungan tanda peserta dan pemukulan gong, Sabtu (12-4-2025) di halaman Kantor Wali Kota Salatiga.

“Diharapkan desain perkuliahan Bela Negara ini dapat mengembangkan kapasitas mahasiswa UKSW untuk memiliki kadar kebangsaan dan kadar solidaritas sosial yang kuat,” tandasnya.Baca Juga: Pemilik Rumah Makan di Bengkulu Keluhkan Harga Santan Kelapa di Tinggi Rp 30.000/Kg

Mentalitas Tangguh

Sebagai mata kuliah pilihan, Bela Negara mendapat respons positif dari mahasiswa. Salah satu peserta, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM) Tony Febrianto menyatakan bahwa ia mengikuti mata kuliah ini untuk menambah pengalaman dan wawasan kebangsaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sosial maupun dunia kerja nantinya. Sementara itu, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Agnes Renata Octaviani menilai bahwa perkuliahan ini memberikan inspirasi dalam membentuk karakter yang tangguh dan bertanggung jawab.Baca Juga: Bawaslu Ingatkan ASN, Anggota TNI dan Polri Netral di Pilkada Ulang Bengkulu Selatan

“Saya memilih mata kuliah Bela Negara karena menginspirasi, melatih karakter, dan membentuk mentalitas yang tangguh untuk membawa dampak positif di keluarga, kampus, dan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas di UKSW, menunjukkan antusiasme yang besar terhadap topik kebangsaan di kalangan civitas academica. Dekan FISKOM Dr. Ir. Sri Suwartiningsih, M.Si., menyampaikan bahwa mata kuliah Bela Negara yang merupakan mata kuliah pilihan ini menunjukkan adanya minat mahasiswa terhadap isu-isu kebangsaan dan nilai-nilai patriotisme.

“Kami harap, lewat perkuliahan ini, mahasiswa memiliki tambahan pengetahuan serta sikap pengetahuan patriotisme dan cinta tanah air,” tuturnya.Baca Juga: Pulau Enggano Terisolasi, Stok Pangan Terbatas, Pelayanan Kesehatan, Pendidikan dan Ekonomi Tak Maksimal

Kegiatan dalam mata kuliah ini mencakup Bela Negara dari persepsi pengelolaan pemerintah daerah, tanggung jawab dalam partisipasi politik, praktik pertolongan darurat, praktik survival, terorisme dan radikalisme, NAPZA, penanggulangan bencana, pertolongan kedaruratan dengan pembelajaran berbasis projek. Mahasiswa melaksanakan pembimbingan dalam projek bela negara berbasis riset atau pengabdian masyarakat di bidang sosial dan budaya.

Industri dan UMKM yang dibawakan oleh pelaku UMKM dan industri lokal, dilanjutkan dengan Bela Negara dari Wakil Rakyat oleh Ketua DPRD Kota Salatiga, serta Praktik Kebencanaan dan Kedaruratan yang melibatkan BPBD, Dinas Sosial, dan Polres Salatiga. Seluruh rangkaian ditutup dengan Gelar Karya sebagai bentuk aksi tematik bela negara sebagai bentuk ekspresi pembelajaran.Baca Juga: Pemprov Bengkulu Siap Ambil Alih Pengerukan Pelabuhan Pulau Baai

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 28 Prodi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah.

Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai "Creative Minority" yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, UKSW mengukuhkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 pendidikan berkualitas, SDGs 16 perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh dan ke-17 kemitraan untuk mencapai tujuan.*

Halaman:

Tags

Terkini

UGM Raih Pendanaan Riset PKM Terbanyak Nasional

Selasa, 2 Juni 2026 | 19:42 WIB