Penghargaan Adiwiyata Nasional dan Mandiri untuk Enam Sekolah di Gowa

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Rabu, 2 Oktober 2024 | 21:44 WIB
Penghargaan Adiwiyata Mandiri dan Adiwiyata Nasional diraih enam sekolah di Kabupaten Gowa  (Ist)
Penghargaan Adiwiyata Mandiri dan Adiwiyata Nasional diraih enam sekolah di Kabupaten Gowa (Ist)

Jakarta – SUARA PEMBARUAN. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan penghargaan Adiwiyata Nasional dan Mandiri kepada enam sekolah di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Penghargaan itu diserahkan di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta, Rabu (2/10/2024). Dua sekolah meraih Adiwiyata Mandiri yakni SMPN 1 Pallangga dan SMPN 1 Parigi. Empat sekolah meraih Adiwiyata Nasional yaitu SDI Panggentungan Selatan, SMP IT Al-Fityan School Gowa, SMPN 1 Tinggimoncong, dan SMPN 2 Bajeng Barat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa, Azhari Azis mengatakan capaian ini berkat kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama untuk mewujudkan komitmen dan kontribusi sekolah-sekolah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan membudayakan pendidikan lingkungan hidup.

“Alhamdulillah beberapa sekolah di Gowa meraih penghargaaan Adiwiyata Mandiri dan Nasional yang merupakan penghargaan tertinggi dari KLHK. Ini tentu tidak lepas dari dukungan dan bentuk pembimbingan yang pemerintah lakukan dalam hal ini DLH bersama Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama,” ungkapnya.

Azhari menyebut dalam meraih penghargaan sekolah Adiwiyata tersebut berbagai tahapan telah dilalui untuk memenuhi beberapa kriteria penilaian, khususnya dalam meraih predikat Adiwiyata Mandiri yang mewajibkan para calon penerima harus memiliki dua sekolah imbas atau sekolah binaan.

“Berbagai upaya tentu kita lakukan mislanya pembinaan teknis untuk penyusunan dokumen pemenuhan kriteria yang kurang lebih ada 29 kriteria yang terbagi dalam enam aspek penilaian, bahkan untuk meraih Adiwiyata Mandiri harus memiliki minimal dua sekolah imbas di wilayah sekitar calon peraih penghargaan,” jelasnya.

Adapun enam aspek penilaian sehingga Gowa mampu meraih penghargaan ini yakni menjaga fungsi kebersihan drainase dan sanitasi, pengelolaan sampah berdasarkan sistem 3R, upaya untuk melakukan pembibitan penanaman dan pemeliharaan pohon maupun tanaman, melakukan konservasi air, konservasi energi dan inovasi terkait lingkungan hidup.

“Semoga kedepan semakin banyak sekolah kita yang meraih penghargaan serupa sebagai bukti komitmen bersama kita dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat,” tambahnya.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Rivan Maulana mengatakan dalam melakukan pengusulan, pihaknya melalui beberapa tahapan, dimana salah satu syarat utamanya yakni dipersiapan paling cepat sejak setahun belakangan.

“Sebelum penilaian oleh KLHK, syarat utama pengajuan sekolah calon peraih Adiwiyata kita persiapkan jauh-jauh hari, karena sekolah yang diusulkan mislanya untuk mengikuti Adiwiyata Nasional maka sekolah tersebut wajib telah mendapatkan Adiwiyata Ptovinsi sebelumya, begitupun yang mengikuti Adiwiyata mandiri juga harus sudah pernah mendapatkan Adiwiyata Nasional, sehingga setelah kita melakukan pengajuan Alhamdulillah enam diantaranya meraih penghargaan ini,” jelasnya. (SP.news)

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Rekomendasi

Terkini

UGM Raih Pendanaan Riset PKM Terbanyak Nasional

Selasa, 2 Juni 2026 | 19:42 WIB
X