Semarang, SUARA PEMBARUAN – Kota dan Kabupaten Pekalongan kini berpacu dengan waktu dalam menghadapi dampak nyata perubahan iklim. Penurunan muka tanah yang terjadi bersamaan dengan kenaikan permukaan air laut membuat banjir rob tidak lagi bersifat musiman, melainkan menjadi ancaman harian yang semakin intens. Dalam situasi ini, keberadaan rumah pompa menjadi garda terdepan dalam pengendalian banjir. Namun demikian, operasionalnya masih sangat bergantung pada energi fosil yang berkontribusi terhadap peningkatan emisi karbon.Baca Juga: The People’s Cafe Hadir di Semarang, Destinasi Kuliner Nusantara Makin Semarak
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Diponegoro melalui Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, menggagas langkah strategis dengan menjalin kolaborasi internasional bersama Blue Deal dan Nederlandse Waterschapsbank Fund. Kerja sama ini difokuskan pada transformasi sistem kelistrikan rumah pompa di sepanjang Sungai Bremi Meduri dari energi berbasis fosil menuju pemanfaatan energi surya yang lebih berkelanjutan.
Assoc. Prof. Dr. Ir. Mochammad Facta, Ketua Program Magister Teknik Elektro UNDIP, menjelaskan bahwa meningkatnya frekuensi operasional rumah pompa berdampak langsung pada lonjakan biaya operasional serta emisi karbon. Menurutnya, pemanfaatan energi surya menjadi solusi strategis yang tidak hanya efisien secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.Baca Juga: Tokoh Masyarakat Arso Timur Serukan Persatuan dan Stabilitas Keamanan
Ia menambahkan bahwa inisiatif ini selaras dengan empat tujuan utama dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yakni pendidikan berkualitas, energi bersih dan terjangkau, kota dan komunitas berkelanjutan, serta aksi terhadap perubahan iklim. Melalui kajian tersebut, tim ahli yang dipimpinnya merancang berbagai alternatif desain sistem panel surya yang layak secara teknis dan ekonomis untuk diimplementasikan oleh pemerintah daerah.
Laboratorium Hidup bagi Mahasiswa
Salah satu keunggulan proyek ini adalah keterlibatan aktif mahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis praktik. Program ini menjadi “laboratorium hidup” bagi mahasiswa Program Sarjana (S1) dan Magister (S2) Teknik Elektro UNDIP. Mereka terlibat langsung dalam pengukuran lapangan, pengumpulan data, serta analisis teknis di enam lokasi rumah pompa yang tersebar di wilayah Pekalongan.Baca Juga: Wagub Bengkulu Harapkan Ponpes Darussalam Tegal Rejo Lahirkan SDM Maju dan Islami
Beberapa mahasiswa magister bahkan menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari penelitian tesis mereka, sehingga hasil kajian tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Kolaborasi internasional ini juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan para ahli dari Belanda, seperti Marcel Roet dan Luuk van Elk. Kehadiran mereka memberikan perspektif global serta standar internasional dalam pengelolaan sumber daya air dan teknologi pompa.Baca Juga: RKPD 2027 Bengkulu, Gubernur Helmi Hasan Prioritaskan Infrastruktur dan Kawasan Industri
Keterlibatan tersebut mencerminkan komitmen Departemen Teknik Elektro UNDIP dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap tantangan lingkungan, sekaligus mempersiapkan lulusan yang mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Rekomendasi Strategis untuk Pekalongan
Hasil studi kolaboratif ini menghasilkan sejumlah rekomendasi desain sistem kelistrikan berbasis energi surya yang dinilai layak secara teknis maupun ekonomis. Rekomendasi tersebut menjadi rujukan penting bagi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota dan Kabupaten Pekalongan dalam merumuskan kebijakan energi berkelanjutan di masa depan.Baca Juga: Rem Blong di Turunan Silayur, Truk Kontainer Picu Karambol di Ngaliyan
Dengan pemanfaatan energi surya, rumah-rumah pompa di Pekalongan diharapkan dapat beroperasi lebih efisien, ramah lingkungan, serta mandiri secara energi dalam menghadapi tantangan krisis iklim global.
Melalui kolaborasi ini, Universitas Diponegoro kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga aktif memberikan kontribusi nyata dalam penyelesaian persoalan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.*Baca Juga: Pemkab Gowa Siapkan 16 Titik Lahan Pembangunan KDMP Kodam XIV/Hasanuddin
Artikel Terkait
Berkat Bantuan Pompa Air dari Pemerintah, Pengairan Lahan Pertanian di Klaten Bisa Tercukupi
Jateng Dapat Bantuan 4.350 Unit Pompa Air, Nana Sudjana: Diperlukan Untuk Menambah Area Tanam Padi
Jateng Pasang 4.348 Unit Pompa Air Untuk Kerek Produksi Padi
Bandara Ahmad Yani Siapkan 58 Pompa Cegah Banjir di Landasan Pacu
Pompa Air Jadi Andalan, BPBD Jateng Siaga Tangani Banjir di Semarang, Demak, dan Grobogan