Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Artis kenamaan Cinta Laura kembali menjadi perbincangan publik di media sosial setelah pernyataannya terkait penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) viral kembali.
Komentar tersebut kembali mencuat di tengah polemik awardee LPDP berinisial DS yang ramai disorot karena unggahannya di media sosial. DS sempat memicu kontroversi setelah menuliskan narasi “cukup aku yang WNI, anak-anakku jangan” sambil memperlihatkan status kewarganegaraan asing anaknya.
Isu itu memantik kritik publik terhadap kemampuan finansial DS. Sejumlah warganet menilai penerima beasiswa negara seharusnya berasal dari kalangan yang benar-benar membutuhkan, bukan dari keluarga yang dinilai mampu secara ekonomi.
Pernyataan Cinta Laura sebenarnya disampaikan pada 2024 dalam siniar YouTube milik Kemal Palevi. Kala itu, ia mengungkap keprihatinannya terhadap penyaluran beasiswa yang dianggap belum tepat sasaran.
Menurutnya, masih ada individu dari keluarga berada yang ikut bersaing mendapatkan beasiswa LPDP. Padahal, mereka dinilai memiliki kemampuan membiayai pendidikan secara mandiri tanpa bantuan negara.
“Sesuatu yang bikin aku sedih tentang beasiswa ini. Kadang tidak diberikan kepada orang yang benar-benar membutuhkan,” ujar Cinta dalam perbincangan tersebut.
Ia juga menyinggung pengalaman pribadi ketika mengetahui rekannya yang secara ekonomi sangat mapan justru memperoleh beasiswa negara. Hal itu, menurutnya, menimbulkan pertanyaan mengenai prioritas program bantuan pendidikan.
Cinta menegaskan, di Indonesia masih banyak pelajar berprestasi yang kesulitan mengakses pendidikan tinggi, terutama ke luar negeri, karena keterbatasan biaya. Ia meyakini banyak di antara mereka memiliki kemampuan akademik tinggi, namun terkendala ekonomi.
“Banyak sekali anak Indonesia yang pintar, tapi tidak punya uang untuk sekolah di luar negeri. Padahal mereka pasti diterima jika diberi kesempatan,” ungkapnya.
Ia berharap beasiswa negara dapat lebih fokus membantu generasi muda yang benar-benar membutuhkan, sehingga peluang pendidikan menjadi lebih adil dan merata.
Pernyataan tersebut kembali menjadi sorotan karena dinilai relevan dengan diskursus publik mengenai transparansi dan keadilan dalam penyaluran dana pendidikan yang berasal dari uang rakyat.
Artikel Terkait
Agustin Siapkan Program Beasiswa di Sekolah Swasta
Sampoerna Foundation Lanjut Kerja Sama Pemkab Gowa Bantu Beasiswa Pendidikan
Mutiara Baswedan Raih Beasiswa LPDP ke Harvard, Anies Beri Pesan Menyentuh untuk Sang Putri dan Keluarga Kecilnya
Serahkan Beasiswa PIP di Curup, Ketua DPD-RI, Sultan : Presiden Sungguh-Sungguh Tingkatkan Kualitas SDM
ITS Siapkan 100 Beasiswa bagi Mahasiswa Palestina