Qila, Remaja Jenius dari Brebes yang Sabet Emas Nasional Berkat Disiplin dan Dukungan Keluarga

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 1 Desember 2025 | 16:07 WIB
Prestasi lahir dari tekad, disiplin, dan dukungan tanpa henti. Qila dari Brebes buktikan bahwa mimpi bisa diraih siapa saja yang mau berusaha.
Prestasi lahir dari tekad, disiplin, dan dukungan tanpa henti. Qila dari Brebes buktikan bahwa mimpi bisa diraih siapa saja yang mau berusaha.


Brebes, SUARA PEMBARUAN - Athalia Aqila Zahirah, siswi kelas IX MTsN 02 Brebes, kembali mencatatkan prestasi membanggakan.Baca Juga: Bebas dan Direhabilitasi, Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi Cerita Titik Balik Spiritual Usai 10 Bulan Dipenjara

Qila, panggilannya, sukses membawa pulang medali emas dalam kompetisi akademik Bahasa Indonesia dan Fisika tingkat nasional yang digelar Prisma Cendekia pada 23 November 2025.

Qila bercerita bahwa minatnya pada dunia akademik, terutama fisika, tumbuh dari rasa ingin tahu tentang cara kerja benda-benda di sekelilingnya.


“Senang banget rasanya bisa melihat teori dalam buku berlaku di kehidupan sehari-hari. Dari situ aku mulai ikut OSN fisika,” ujar Qila saat ditemui pada Senin (1/12/2025).Baca Juga: Distribusi Bantuan PMI Dipercepat untuk Mencegah Penjarahan di Lokasi Bencana

Perjalanan menuju medali emas itu bukan proses singkat. Remaja kelahiran 19 Desember 2010 tersebut menyebutkan bahwa ia membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk benar-benar siap berkompetisi di tingkat nasional.


“Kurang lebih setahun persiapannya. Latihan di sekolah, ikut les, plus latihan mandiri tiap hari sekitar setengah sampai satu jam. Kalau menjelang seleksi besar, bisa dua sampai tiga jam,” jelasnya.

Tantangan terbesar baginya adalah soal-soal abstrak yang sulit dipahami. Qila mengaku sempat diliputi rasa khawatir dan merasa tertinggal dari teman lain yang lebih cepat memahami materi.Baca Juga: Distribusi Bantuan PMI Dipercepat untuk Mencegah Penjarahan di Lokasi Bencana


“Tapi aku tetap coba semangat,” katanya.

Untuk mengatur waktu, Qila punya strategi khusus: membuat jadwal harian yang rinci.


“Pagi sekolah, sore latihan olimpiade, malam ngerjain tugas. Sisanya buat main game atau ngobrol biar otak nggak capek,” tuturnya.

Momen paling tak terlupakan adalah saat namanya diumumkan sebagai peraih medali emas. Ia melihat gurunya dan kedua orang tuanya meneteskan air mata haru—membuat seluruh perjuangannya terasa terbayar.Baca Juga: RI Kerahkan “Kekuatan Nasional” Pulihkan Sumatera: Tanggap Darurat Dikebut, Bantuan Malaysia Tiba


“Seru juga bisa ketemu teman-teman dari seluruh Indonesia dan tukar ilmu bareng,” tambahnya.

Qila pun mendorong pelajar lain untuk berani mencoba tantangan baru.
“Jangan takut mulai! Walaupun susah, terus latihan. Olimpiade bukan cuma soal juara, tapi mengasah diri dan ketemu banyak orang hebat.”

Peran Besar Orang Tua

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

UGM Raih Pendanaan Riset PKM Terbanyak Nasional

Selasa, 2 Juni 2026 | 19:42 WIB
X