Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta resmi menggelar seleksi tingkat wilayah untuk Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) pada Jumat dan Sabtu, 22–23 November 2025. Ajang kompetisi dua tahunan ini menjadi bagian dari tradisi besar Muhammadiyah dalam mendoromg semangat berprestasi dan ajang Latihan kontingen terbaik menuju OlympicAD Nasional 2026 yang akan digelar di Makassar pada 12–14 Februari mendatang.
Ketua Panitia Wilayah, Dr. Sarjilah, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis PWM DIY untuk menjaring peserta unggulan yang akan mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta di tingkat nasional. “Kami ingin memastikan bahwa wakil DIY nantinya benar-benar siap bersaing dan membawa nama harum daerah,” ujarnya.
Acara pembukaan berlangsung di kantor PWM DIY dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Dr. Suprihandono, Drs. Marwoto, M.Pd., serta tim dari Karyawan dan Humas. Kehadiran para wartawan dari media cetak dan elektronik turut memeriahkan suasana dan menunjukkan dukungan terhadap kegiatan pendidikan yang berorientasi pada prestasi dan nilai-nilai keislaman.
Tahun ini, OlympicAD DIY diikuti oleh 1.681 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan pelajar dari seluruh jenjang pendidikan sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-DIY. Mereka merupakan hasil seleksi dari lima Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), yakni Kabupaten Gunungkidul, Bantul, Kulon Progo, Sleman, dan Kota Yogyakarta.
Para peserta akan bertanding di 27 cabang lomba yang mencakup bidang akademik, seni, teknologi, keislaman, dan inovasi pendidikan. Pelaksanaan lomba tersebar di lima lokasi utama, yaitu Universitas Ahmad Dahlan Kampus 1B, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, dan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Masing-masing lokasi menjadi tuan rumah untuk cabang lomba yang berbeda sesuai dengan bidangnya.
Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) PWM DIY, Achmad Muhamad, M.Ag., menegaskan bahwa OlympicAD bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan bagian dari warisan sejarah pendidikan Muhammadiyah. Ia mengingatkan bahwa sejak era 1925-an, kompetisi yang dahulu dikenal sebagai Congres Moerid telah menjadi ruang silaturahmi dan pembinaan semangat berprestasi.
“Olympiade merupakan tradisi besar yang diwariskan para pendahulu Muhammadiyah. Semangat berkompetisi yang berlandaskan nilai perjuangan harus menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh peserta. Begitu pula nilai kejujuran dan sportivitas dalam membangun persaingan yang sehat,” ujar Achmad. Dia juga menekankan pentingnya pembinaan yang menyeluruh agar kontingen DIY dapat tampil optimal di tingkat nasional. Menurutnya, dinamika yang hadir dalam kompetisi ini adalah bagian dari proses pembelajaran yang utuh. “Sejatinya, yang berprestasi bukan hanya mereka yang menjadi juara, melainkan mereka yang berani untuk berkompetisi,” imbuhnya.
Dengan terselenggaranya OlympicAD DIY 2025, Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY berharap kegiatan ini dapat menjadi penyemai potensi generasi muda Muhammadiyah yang unggul, berkarakter, dan mampu berkontribusi secara luas bagi persyarikatan maupun bangsa.
Artikel Terkait
Mahasiswa Vokasi UNDIP Juara 2 Olimpiade Single Window 2024
Berhasil Mendidik dan Membesarkan Kader, Ini Pujian Prabowo untuk Muhammadiyah
Menteri Wihaji : Ayah Miliki Peran strategis dalam Pengasuhan, Perlindungan, dan Pendidikan Anak