Pusat Studi Kebudayaan UGM Ciptakan Sibaya

Photo Author
Administrator, Suara Pembaruan
- Senin, 1 November 2021 | 04:23 WIB
papan edukasi berbasis budaya dan Bahasa Jawa - Sibaya. (Ist)
papan edukasi berbasis budaya dan Bahasa Jawa - Sibaya. (Ist)

Yogyakarta, suarapembaruan.news - Pusat Studi Kebudayaan (PSK) Universitas Gadjah Mada memperkenalkan produk permainan papan edukasi berbasis budaya dan Bahasa Jawa yaitu Sibaya yang merupakan kependekan dari Sinau Basa lan Budaya.

Plt. Kepala Pusat Studi Kebudayaan UGM, Dr. Sri Ratna Saktimulya mengatakan, produk ini pun telah terdaftar dalam pencatatan perlindungan ciptaan.

Dikatakan, pembuatan permainan papan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman karakter dan budi pekerti pada anak melalui pembelajaran kebudayaan. Pasalnya, banyak anak-anak yang sudah mengabaikan pembelajaran kebudayaan khususnya Jawa, serta mulai tidak memperdulikan sopan santun dan meninggalkan budayanya sendiri.

Alat peraga edukasi berupa papan permainan ini mengadopsi konsep permainan papan ular tangga. Permainan ini disusun sebagai keperluan pembelajaran bahasa dan budaya bagi anak-anak usia Sekolah Dasar. Permainan “Sibaya” sendiri memuat soal-soal dan pertanyaan sebagai sarana anak-anak belajar bahasa dan kebudayaan Jawa dengan mudah dan menyenangkan.

“Istimewanya, permainan ular tangga Sibaya ini menggunakan bahasa Jawa serta ada kurang lebih seratus kartu pertanyaan yang berisi penguasaan bahasa, tingkat tutur, kesusastraan, kesenian, serta adat sopan santun,” kata Sri Ratna Saktimulya, Senin (1/11/2021).

Sibaya juga dilengkapi dengan buku panduan bermain dalam tiga bahasa yaitu Jawa, Indonesia, dan Inggris. Dengan demikian, orang tua atau tenaga pendidik tidak perlu bingung dan dapat memandu anak-anak dalam bermain.

Sri Ratna menjelaskan, Sibaya, tidak sekedar alat peraga edukasi, namun juga mengandung pembelajaran dalam perkembangan karakter anak yang sudah dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara, yakni Tri-Nga yakni Ngerti, Ngrasakke, Nglakoni atau Mengetahui, Merasakan, dan Melakukan.

“Hal inilah yang berusaha kami angkat kembali mengingat bahwa nilai-nilai luhur dalam pembelajaran kebudayaan tetap relevan di setiap zaman,” paparnya.

Sosialisasi permainan Sibaya sudah dilakukan oleh Tim Pusat Studi Kebudayaan di Desa Pandowoharjo, Kabupaten Sleman dan mendapat sambutan  baik dari mitra.

“Kegiatan sosialisasi yang dilakukan berupa kegiatan bermain Sibaya bersama anak-anak. Tidak hanya melalui permainan papan akan tetapi juga dengan media tembang dolanan yang dipraktikkan pada anak-anak,” katanya. (SPnews/FSE)

 

 

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X