pariwisata

Ke Candi Prambanan, Rekreasi dan Memahami Sejarah

Kamis, 30 April 2026 | 19:32 WIB
Lokasi bertuliskan Prambanan merupakan titik yang digemari wisatawan untuk foto. Para turis rela antri agar bisa bergambar di sana. (SPnews/Teguh LR).

Sleman, SUARA PEMBARUAN – Panas menyengat. Tidak menghalangi wisatawan, termasuk 40 anggota Ikatan Keluarga Alumni 72 (IKAJUA) SMP Negeri 2 Jember, Jawa Timur, mengunjungi kompleks Candi Prambanan, di perbatasan antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Kompleks candi ini terletak di Desa Bokoharjo, kecamatan Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.

Wisatawan kagum terhadap keberadaan candi. Candi utama menjulang setinggi 47 meter dari permukaan tanah. Dan merupakan salah satu tertinggi di Asia Tenggara.

Menata batu andesit tidak mudah. Ditata saling mengunci, sehingga tersusun dan terbentuklah candi. Ini menunjukkan kecanggihan arsitektur pada zamannya. Candi dibangun sekitar abad ke sembilan.

Candi dilengkapi relief yang bercerita tentan Ramayana. Itulah hebatnya menampilkan tentang sejarah juga legenda lokal Roro Jonggrang.

Turis juga boleh naik di candi tertentu, untuk melihat langsung karya abadi zaman dulu yang diwariskan para penerusnya. Kesan lainnya, kawasan candi nampak bersih.

Para wisatawan kagum, terhadap keberadaan candi yang diakui sebagai warisan budaya United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, pada 1991.

Secara keseluruhan luas kawasan Candi Prambanan sekurang-kurangnya 39,8 hektare. Di sana terdapat 16 candi utama diantaranya Candi Siwa tertinggi, diapit Candi Wisnu di sisi utara dan Brahma di selatan.

Di luar candi utama terdapat 224 candi-candi lainnya, antara lain Garuda, Sewu, Lumbung, Plaosan, Sojiwan, Angsa, Sudut, Apit dan Candi Bubrah.

Komentar Alumni

Ikatan Keluarga Alumni 72 (IKAJUA) SMP Negeri 2 Jember, Jawa Timur, foto bareng di kompleks Candi Prambanan. (SPnews/Teguh LR)

“Tidak salah manakala UNESCO mengakui Candi Prambanan sebagai warisan budaya,” ungkap Soelaksono Tedjo Pawoko, penasehat Alumni 1972 SMPN 2 Jember.

Ia, bersama 39 alumni SMPN 2 lainnya, kagum terhadap penggagas berdirinya candi. Meski saat itu bahan bangunan dan peralatan serba terbatas, tetapi candi bisa berdiri tegak. Bahkan kini, menjadi warisan sejarah bernilai tinggi.

Dalam kesempatan sama, alumni SMPN 2 1972 Jember, Roesmijati mengatakan, kawasan Candi Prambanan begitu luas. Fasilitas golf car, meskipun berbayar berkeliling kawasan candi, cukup membantu wisatawan, terutama para lansia dan mereka yang membawa anak balita.

Halaman:

Tags

Terkini

Ke Candi Prambanan, Rekreasi dan Memahami Sejarah

Kamis, 30 April 2026 | 19:32 WIB