Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan wisata, InJourney Destination Management (IDM) yang merupakan bagian dari holding BUMN Pariwisata InJourney, menggelar serangkaian program pelatihan hospitality bagi para pamong carita di Taman Wisata Candi Borobudur serta bagi para frontliner di berbagai destinasi budaya yang dikelolanya, seperti Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko.
Direktur Komersial IDM, Gistang Panutur, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memberikan layanan bermakna dengan semangat "Melayani Sepenuh Hati". "Hospitality adalah inti dari pengalaman wisata. Melayani dengan keramahtamahan Indonesia bertujuan menciptakan momen yang tidak hanya informatif, tetapi juga hangat dan berkesan," ujarnya.
Pelatihan bagi frontliner telah diikuti oleh 150 peserta dari berbagai bidang, mulai dari petugas keamanan, operasional, hingga tiket. Materi yang diberikan berfokus pada pembangunan pola pikir pelayanan, keterampilan layanan, serta kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan prima.
Sementara itu, program khusus bagi 80 pamong carita di Candi Borobudur dilaksanakan bekerja sama dengan Museum dan Cagar Budaya Borobudur serta Himpunan Pramuwisata Indonesia Kabupaten Magelang. Materi pelatihan mencakup pelestarian cagar budaya, tata krama, dan public speaking, yang dirancang untuk memperkaya narasi dan penyampaian para pemandu.
Galuh Indah, Commercial Experience Group Head IDM, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momen penyegaran bagi para pamong carita sebagai garda terdepan dalam menyambut wisatawan. "Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, kami berharap mereka dapat memberikan nilai tambah dan pengalaman yang tak terlupakan, sehingga wisatawan ingin kembali," kata Galuh.
Salah satu pamong carita, Johan Wahyudi, menyampaikan bahwa pelatihan ini memberinya kesempatan untuk berkoreksi diri, terutama dalam hal penampilan dan teknik bercerita. "Kejelasan dan intonasi sangat penting agar cerita dapat ditangkap dan diingat dengan baik oleh wisatawan," tuturnya.
Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan IDM untuk meningkatkan standar layanan di destinasi warisan budaya Indonesia, sekaligus memperkuat kesan positif wisatawan terhadap kekayaan budaya nusantara.