Baca Juga: Komdigi Desak Meta Tindak Tegas Grup Penyimpangan Digital, 30 Konten Serupa Sudah Diblokir
Dedy mengaku dua hari sebelum kejadian dirinya datang ke lokasi DDTS mengobrol sama pedagang setempat. Dalam kesempatan tersebut, dia minta kepada pedagang agar tidak memaksakan pengunjung yang duduk dikursi mereka wajib berbelanja dan jika tidak belanja dilarang duduk di kursi yang ada di pinggir danau tersebut.
Selain itu, harga makanan dan minuman jangan terlalu mahal dijual kepada pengunjung, karena hal ini akan merusak citra pariwisata Bengkulu. Akibat harga makanan dan minuman dijual mahal, maka wisatawan malas datang ke DDTS.
Wali Kota Dedy minta kepada menjual kepala muda tidak lebih dari Rp 12.000/buah. Selama ini mereka jual kelapa mudah hingga Rp 20.000-Rp 25.000/buah, sehingga mendapat protes dari wisatawan.
Baca Juga: AJI Bengkulu Kecam Pernyataan Gubernur Helmi Hasan Ancam Kebebasan Pers
Demikian pula harus wajib belanja bagi yang duduk di kursi pedagang. Hal ini dijelaskan Wali Kota Bengkulu, tidak boleh lagi dilakukan dan jika masih dilakukan pedagang, maka meja dan kursi mereka yang dipasang di pinggir DDTS harus dibongkat dan dipindahkan ke tempat lain.
Hal ini dilakukan Pemkot Bengkulu, agar wisatawan yang datang ke objek wisata di Kota Bengkulu, tidak ada yang merasa di kecewakan oleh pedagang setempat. Dengan demikian, kunjungan wisatawan semakin ramai ke setiap objek wisata yang ada di Kota Bengkulu.