Mbak Ita : Semarang Night Carnival Ajang Promosi Wisata

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Sabtu, 4 Mei 2024 | 22:01 WIB
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu ikut memeriahkan perayaaan Semarang Night Carnival 2024 (SNC) 2024 yang digelar pada Sabtu (4/5/2024) malam.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu ikut memeriahkan perayaaan Semarang Night Carnival 2024 (SNC) 2024 yang digelar pada Sabtu (4/5/2024) malam.

 

Semarang, suarapembaruan.news - Empat unsur budaya khas Ibu Kota Jawa Tengah mendominasi perayaaan Semarang Night Carnival 2024 (SNC) 2024 yang digelar pada Sabtu (4/5/2024) malam.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nampak mengenakan busana yang menggambarkan ciri khas Kota Semarang.

Tema yang diangkat dalam Puncak Perayaan Hari Jadi Kota Semarang ke-477 yakni “Niscala” yang memiliki arti kekokohan dan kekuatan.

Niscala menggambarkan kekompakan dan kebersamaan warga yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk membangun Kota Semarang terus menjadi lebih hebat.

Sementara empat unsur budaya Kota Semarang yang ditampilkan yakni pertama ada Warak Ngendhog yang menjadi ikon Ibu Kota Jawa Tengah.

Warak Ngendhog sudah menjadi warisan budaya tak benda oleh Kemendikbudristek.

Kedua Elang Jawa yang saat ini habitatnya masih ada dan selalu dijaga. Elang Jawa sengaja diangkat agar semua pihak bisa terus menjaga dan melestarikan.

Ketiga budaya akulturasi Kota Semarang yakni Barongsai. Barongsai dibawa oleh etnis Tionghoa ke Indonesia dan kini sudah menjadi salah satu bagian dari budaya Kota Semarang dalam mempererat toleransi.

Kemudian yang terakhir Rewanda yang mengingatkan perjuangan Sunan Kalijaga mencari kayu jati di Goa Kreo untuk membangun Masjid Demak.

Sunan Kalijaga dibantu oleh empat ekor monyet untuk menjaga kayu jati.

Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, keempat budaya ini diangkat juga dalam rangka keberagaman dan upaya mempromosikan pariwisata Kota Semarang.

Acara ini semakin meriah lantaran ada peserta dari daerah lain seperti Tabalong Kalimantan Selatan, Salatiga, dan Grobogan. Ditambah ada tamu undangan dari luar negeri, salah satunya Korea Selatan.

“Tentu menjadi harapan juga meningkatkan kunjungan wisata Kota Semarang. Kita tahu destinasi wisata Kota Semarang terbatas, seperti destinasi gak punya gunung yang bagus. Tetapi bagaimana kita mengemas dan kolaborasi agar pariwisata dan ekonomi kreatif bisa berjalan,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ke Candi Prambanan, Rekreasi dan Memahami Sejarah

Kamis, 30 April 2026 | 19:32 WIB
X