Pemandian Air Panas Alam Cangar, Hasilkan PAD Rp 5 Miliar/tahun

Photo Author
Teguh LR, Suara Pembaruan
- Kamis, 31 Juli 2025 | 21:15 WIB
 Wisatawan domestik dengan riang gembira menikmati pemandian air panas alam Cangar di Bumiaji, Kota  Batu. (Ist)
Wisatawan domestik dengan riang gembira menikmati pemandian air panas alam Cangar di Bumiaji, Kota Batu. (Ist)

Surabaya, SUARA PEMBARUAN - Kawasan Pemandian Air Panas Alam Cangar di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, kini menghadirkan konsep wisata premium dengan fasilitas pemandian VIP. Inovasi ini dikelola Dinas Kehutanan melalui UPT Tahura Raden Soerjo.

Setiap ruang pemandian VIP dibanderol Rp100.000 per jam dan dapat diisi maksimal delapan orang. Pengunjung bisa menikmati pengalaman berendam yang lebih privat dan nyaman dibandingkan kolam umum.

Sadrah Devi, Kepala Seksi Perencanaan, Pengembangan, dan Pemanfaatan UPT Tahura Raden Soerjo mengatakan, pihaknya mengelola kawasan konservasi seluas 27.800 hektar. Pengelolaan ini ditetapkan melalui keputusan Menteri Kehutanan sejak 2002.

Pemandian Air Panas Cangar menjadi salah satu penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Setiap tahun kawasan ini menyumbang Rp 4 – Rp 5 miliar” ungkap Sadrah, Kamis (31/7/2025), seraya menambahkan peminatnya sangat tinggi, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Setiap tahunnya, Pemandian Air Panas Cangar dikunjungi sekitar 200.000 wisatawan. Jumlah ini menjadi indikator kuat bahwa kawasan tersebut memiliki daya tarik tinggi.

Rahmad Ilyasan, salah satu pengunjung ruang VIP menyampaikan kepuasannya. “Menurut aku sih enak sekali ya, harganya terjangkau. Jadi bisa lebih privat,” katanya.

Ia menambahkan, pemandian VIP cocok untuk bersantai bersama keluarga atau teman. “Satu jam sudah cukup, kita sudah hangat-hangat sekali. Sangat recommended,” ungkapnya.

Pemandian VIP ini hadir untuk meningkatkan kualitas layanan wisata berbasis alam, sekaligus menjaga kelestarian kawasan konservasi.

Dinas Kehutanan Provinsi Jatim berharap, dengan fasilitas ini, kunjungan wisatawan meningkat tanpa mengurangi nilai konservasi lingkungan.

 

 

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ke Candi Prambanan, Rekreasi dan Memahami Sejarah

Kamis, 30 April 2026 | 19:32 WIB
X