Fashion Culture Carnaval Memikat Wisatawan di Ajang Beautiful Malino 2025 

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Minggu, 13 Juli 2025 | 06:18 WIB
Sebanyak 60 peserta ambil bagian pada Fashion Culture Carnaval di Beautiful Malino 2025, menampilkan kekayaan budaya lokal dalam berbagai bentuk busana dan atraksi seni. (Ist)
Sebanyak 60 peserta ambil bagian pada Fashion Culture Carnaval di Beautiful Malino 2025, menampilkan kekayaan budaya lokal dalam berbagai bentuk busana dan atraksi seni. (Ist)

 

GOWA --SUARA PEMBARUAN -  Peserta Fashion Culture Carnaval yang merupakan salah satu rangkaian ajang Beautiful Malino 2025 hari ke empat, dilepas oleh Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang di Jalan Endang, Malino, Sabtu (12/7). Hari itu Kota Wisata Malino dipadati ribuan pengunjungn yang hadir untuk mengikuti event tahunan tersebut.

Fashion Culture Carnaval ini dimulai dari Jalan Sultan Hasanuddin, Malino, dan berakhir di Jalan Endang. Sebanyak 60 peserta turut ambil bagian, menampilkan kekayaan budaya lokal dalam berbagai bentuk busana dan atraksi seni.

Hadir pada pelepasan itu Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin, Sekda Gowa Andy Azis, Fotkopimda Gowa, Ketua TP PKk Gowa dan Pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Gowa.

Bupati Gowa menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan partisipasi berbagai pihak yang terlibat, mulai dari perangkat daerah lingkup Pemkab Gowa, para seniman, hingga komunitas pecinta budaya.

"Ini adalah momen penting dalam ajang Beautiful Malino. Festival budaya ini menjadi magnet untuk semakin mencintai kebudayaan Gowa. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap adat istiadat dan warisan leluhur kita," ujarnya saat melepas peserta karnaval.

Lebih lanjut, Bupati Husniah menekankan pentingnya potensi wisata di Kecamatan Tinggimoncong, khususnya di kawasan Malino yang dikenal sebagai Kota Bunga.

"Malino adalah tempat wisata yang indah, eksotis, dan kaya akan sejarah. Mari kita jadikan Beautiful Malino sebagai destinasi yang menarik, sekaligus ruang silaturahmi dan ekspresi budaya,” jelasnya.

Sementara Sekretaris Diskominfo Gowa, Widiah Restuti Hasan yang turut serta mengikuti karnaval ini mengaku pihaknya menampilkan kostum dengan tema digitalisasi sesuai dengan tupoksi SKPD yang dipadukan dengan budaya enpat etnis dan sisipan daur ulang.

“Kami ingin memberikan layanan digitalisasi yang terbaik untuk Kabupaten Gowa sekaligus menciptakan komunikasi gang terbuka sehingga masyarakat bisa mengakses informasi terkait, karena hal itu kostum maskot kami simbol-simbol SKpD kami dipadukan dengan baju adat,” jelasnya. (SP.news)

 

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

Ke Candi Prambanan, Rekreasi dan Memahami Sejarah

Kamis, 30 April 2026 | 19:32 WIB
X