opini

Prediksi Kapolri di Era Presiden Prabowo

Jumat, 7 Juni 2024 | 10:18 WIB
Upa Labuhari, SH.,MH

Oleh Upa Labuhari, SH.,MH.

Walaupun masa kepemimpinan Presiden Joko Wododo masih akan berlangsung beberapa bulan kedepan, tetapi susunan pembantu presiden baru sudah banyak dibicarakan oleh para politisi di Senayan. Sementara pembantu presiden baru dibilangan kepolisian belum banyak diperbincangkan.

Ada yang berpendapat mungkin masih Kapolri lama karena masa dinasnya masih tersisa tiga tahun lagi, walaupun ia sudah menjabat tiga tahun (dilantik pada tanggal 27 januari 2021). Ada juga yang berpendapat karena peran Kapolri Listyo yang sukses dalam mengamankan Pemilu 2024 dan mengantarkan Prabowo keluar sebagai pemenang sehingga ia masih memungkinkan dipercaya menjadi Kapolri sampai memasuki masa pensiunnya.

Kalau predikat yang terakhir menjadi kenyataan, maka Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan tercatat selain sebagai Kapolri termuda ia juga sebagai Kapolri terlama.

Selama ini jabatan Kapolri terlama masih dipegang oleh jenderal polisi Drs M Sanusi yang menjabat selama 5 tahun dari tahun 1982-1987.

Dalam catatan penulis yang selalu di sampaikan disetiap memasuki masa penggantian Kapolri bahwa lembaga Polri akan mengalami kesulitan regenerasi jika Kapolrinya memimpin lebih dari 4 tahun. Idelnya, Kapolri memimpin hanya 3 tahun enam bulan. Jadi tepat jika Kapolri Listyo diganti setelah pelantikan presiden baru.
Menjadi pertanyaan ukuran atau metode apa yang digunakan penulis dalam menilai masa jabatan Kapolri untuk dikatakan bagus jika hanya paling lama 4 tahun ?Jawabannya bukan menggunakan suatu metode ilmiah. Tapi metode yang penulis gunakan untuk mengatakan masa jabatan Kapolri paling bagus adalah empat tahun berdasarkan pengamatan kepemimpinan Kapolri dari Prof Dr Awaludin Djamin almarhum pada tahun 1978-1982 sampai pada kepemimpinan Kapolri Prof Dr Tito Karnavian 2018-2021.

Semua Kapolri yg memimpin dibawah 4 tahun membawa regenerasi kepemimpinan lembaga baju coklat ini dalam posisi bai, terukur dan terhormat sebagaimana harapan masyarakat luas.
Tapi bila melebihi 4 tahun sebagaimana yang dialami Jenderal Polisi M Sanusi maka regenerasi lembaga berbaju coklat ini mengalami stagnasi dan menjadi tidak terukur, yang terpilih sebagai pemimpin Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) adalah kawanan Kapolri yang satu angkatan kelulusannya di Akpol maupun Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian walaupun mereka yang ditunjuk jadi Kapolda itu tidak punya kemampuan memimpin.

Pada waktu kepemimpinan Kapolri Jenderal Sanusi, muncul teori kepemimpinan dalam penggantian pejabat, baik ditingkat daerah maupun ditingkatan Mabes Polri, teori "buka pintu" artinya siapa saja perwira tinggi yang sering ketemu Kapolri dipastikan bakal jadi pemimpin di daerah walaupun kemampuannya sangat minim. Untuk itulah menurut penulis sangat tepat jika penggantian Presiden Jokowi dibarengi dengan penggantian Kapolri.

Menjadi pertanyaan, siapa pengganti Kapolri Listyo ? Jawabnya, hanya Tuhan yg dapat memastikannya bersama presiden baru. Calonnya cukup banyak, ada 9 orang perwira tinggi berbintang tiga. Belum lagi yang berbintang dua lebih 50 orang tinggal memilihnya.

Penulis sendiri hanya dapat memprediksi bahwa mereka yang kemungkinan besar berpeluang menggantikan Listyo yaitu mereka yang saat ini menduduki posisi Kabareskrim atau Kabaharkam Polri. Keduanya serangkaian Kapolri Listyo Sigit, sama-sama lulusan Akpol tahun 1991. Kita berharap semoga mereka yang terpilih oleh presiden nanti memiliki kemampuan dan prestasi yang lebih baik dari Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

(Penulis adalah wartawan Polri dan pengamat masalah Kepolisian)

Terkini

Sapi Banpres dan Hikmah dari Dusun Ngumpul

Senin, 1 Juni 2026 | 11:20 WIB

Kebijakan Penghematan BBM dari Sisi Transportasi

Senin, 13 April 2026 | 07:05 WIB

“Untal Malang” ke Otonomi Guru

Jumat, 10 April 2026 | 14:27 WIB

Quo Vadis Tata Kelola PNBP Kepelabuhanan

Rabu, 1 April 2026 | 10:24 WIB