nasional

Mbak Ita Wariskan Kearifan Lokal dan Prinsip Keberlanjutan yang Mengubah Kota Semarang

Selasa, 18 Februari 2025 | 18:33 WIB
Mbak Ita saat menerima ucapan selamat jalan dari para ASN Pemkot Semarang dalam acara pamitan di halaman balai kota Semarang.

✅ Berbasis Kearifan Lokal

Sistem pengelolaan air dilakukan secara gotong royong, dengan mekanisme buka-tutup pintu air untuk menjaga keseimbangan ekosistem sawah pesisir.

Pertanian Berkelanjutan: Pilar Masa Depan Kota Semarang

Keberhasilan program ini didukung oleh empat pilar utama keberlanjutan, yaitu:
1️⃣ Revitalisasi Lahan Tidur

20 hektare lahan yang sebelumnya tidak produktif kini kembali dimanfaatkan untuk pertanian.

2️⃣ Ekonomi Sirkular

Limbah panen diolah kembali untuk meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

3️⃣ Petani sebagai Aktor Utama

Peningkatan kapasitas petani dalam mengelola lahan dan air memastikan keberlanjutan program.

4️⃣ Mendukung SDGs (Sustainable Development Goals)

Sejalan dengan SDG 2 (Ketahanan Pangan), SDG 9 (Inovasi Teknologi), dan SDG 13 (Adaptasi Perubahan Iklim).

Menjelang pergantian kepemimpinan di Kota Semarang, masyarakat berharap program ini terus berlanjut dan diperluas ke wilayah pesisir lainnya. Keberhasilan padi biosalin bukan hanya masalah solusi pertanian, tetapi juga simbol ketahanan, inovasi, dan gotong royong dalam menghadapi perubahan iklim.


Dengan komitmen kuat terhadap pertanian berkelanjutan, Kota Semarang tidak hanya bertransformasi menjadi kota metropolitan yang maju, tetapi juga model inovasi pertanian pesisir yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.*

Halaman:

Tags

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB