"Kita tahu aturan sudah jelas ya, kita harus sama-sama menaatinya ada law enforcement yang dilakukan juga sehingga tidak ada satu pun pengguna jalan yang menjadi korban,"
Di sisi lain, AHY menegaskan pemerintah akan mengundang pihak yang berkepentingan untuk mengevaluasi kejadian kecelakaan di gerbang tol Ciawi, seraya menyebut semua pihak untuk mentaati aturan yang ditetapkan.Baca Juga: Pertamina dan Polda Sulbar Tandatangani Kontrak Kerjasama Pembelian BBM dan Pelumas Tahun 2025
"Baik dari diri sendiri maupun orang lain yang sudah sebenarnya menaati aturan, sudah berhati-hati," terang AHY.
"Tetapi akibat kecerobohan, akibat kesalahan orang lain, pengendara lain turut jadi korban jiwa, turut kehilangan keluarganya," tandasnya.
Terkini, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Eko Prasetyo menuturkan kecelakaan beruntun di gerbang tol Ciawi itu diduga akibat truk mengalami rem blong.Baca Juga: PGN Pasok Gas Bumi di SPPG Gagaksipat Boyolali, Dukung 6.000 Porsi MBG per Hari
Dalam kesempatan berbeda, Eko menyebut adanya dugaan slip atau kondisi ketika ban mobil kehilangan daya cengkeram atau traksi pada permukaan jalan pada truk tangki air yang terlibat dalam kecelakaan di gerbang tol Ciawi, sehingga menabrak kendaraan yang mengantre masuk tol.
"Intinya itu remnya blong, mau nge-tap masuk gerbang tol Ciawi itu kan, menempel kartu itu. Remnya blong, terus nabrak kendaraan yang di depannya," terang Eko kepada awak media di Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 5 Februari 2025.Baca Juga: Jendral Dudung Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Gowa
Berdasarkan keterangan polisi, kecelakaan beruntun di GT Ciawi itu melibatkan 6 kendaraan dan terdapat 8 orang korban tewas dan 11 orang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Dalam kesempatan berbeda, Kanit Laka Polresta Bogor Kota, AKP Santi Marintan menyebut 2 korban tewas yang sudah diidentifikasi polisi.
"Dapat kami sampaikan bahwa saat ini korban meninggal dunia ada 8, dua sudah diidentifikasi. Untuk luka berat ada tiga orang, kemudian luka sedang ada 7 orang," kata Kanit Laka Polresta Bogor Kota AKP Santi Marintan kepada wartawan, Rabu (5/2/2025).Baca Juga: Usut Dugaan Korupsi, Penyidik Kejari Geledah Kantor Dinas PUPR-Hub Lebong
Salah satu korban tewas yang sudah teridentifikasi ada warga Bogor. Satu korban lainnya warga Sukabumi.
"Yang satu warga Sukabumi, itu dari kendaraan Xenia. Satu orang Bogor," tutur dia.
Santi mengatakan korban mengalami luka bakar. Korban diduga berada dalam kendaraan yang terbakar usai tabrakan beruntun.Baca Juga: Bantu Sesama, Pengurus Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu Programkan Food Bank
Santi juga menuturkan pihaknya menemukan tiga kendaraan yang terbakar di lokasi kejadian.
"Perlu kami jelaskan bahwa ada tiga kendaraan yang terbakar. Pertama dari tronton, Sigra, dan Xenia," sebutnya.