SUARA PEMBARUAN - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pelaksanaan retret bagi kepala daerah terpilih dalam Pilkada 2024 akan dibiayai menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).Baca Juga: Sukses Ungkap Kasus Pembunuhan, 20 Personel Polres Kaur Diberangkatkan Umroh
Ia memastikan bahwa dana tersebut tidak berasal dari Presiden Prabowo Subianto.
"Enggak (uang Presiden) dong, (anggaran retret) dari pemerintah," ujar Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu 1 Februari 2025.
Meskipun pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran, Prasetyo menilai bahwa retret bagi kepala daerah tetap harus dilaksanakan.
"Efisiensi bukan berarti kegiatan yang memang penting dan diperlukan tidak dilaksanakan. Enggak begitu juga," tegasnya.Baca Juga: Kadis ESDM : Persedian Gas Elpiji 3 kg di Bengkulu Cukup Untuk Februari 2025
Prasetyo menjelaskan bahwa kepala daerah terpilih merupakan hasil Pilkada serentak yang pertama kali dilaksanakan di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.
Oleh karena itu, pembekalan melalui retret menjadi sangat penting.
"Kita merasa bahwa retret ini sangat penting. Ini Pilkada serentak, kita berharap pelantikannya juga dilakukan serentak, meskipun masih ada kemungkinan dilakukan dalam dua tahap karena ada yang masih berproses di Mahkamah Konstitusi," jelasnya.Baca Juga: Kejari Bengkulu Musnahkan Ratusan Butir Peluru Hasil Tangkapkan Polisi
Prasetyo menambahkan bahwa tujuan retret adalah menyatukan visi antara pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten.
"Kita ingin menyatukan nih antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi maupun kabupaten," imbuhnya.
Meskipun telah dipastikan bahwa anggaran retret berasal dari APBN, Prasetyo mengakui bahwa besaran dana yang dialokasikan masih dalam pembahasan.
Menurutnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian akan menangani alokasi anggaran tersebut.
"Ada, (anggaran) ada," kata Prasetyo.Baca Juga: OJK: Literasi Aset Kripto Penting untuk Cegah Manipulasi Pasar
Ia juga menegaskan bahwa retret kepala daerah kali ini berbeda dari retret menteri sebelumnya, yang dibiayai langsung oleh Presiden Prabowo.