Kadis ESDM : Persedian Gas Elpiji 3 kg di Bengkulu Cukup Untuk Februari 2025

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Selasa, 4 Februari 2025 | 06:37 WIB
Tabung gas elpiji  subsidi ukuran tiga kg siap disalurkan ke lapangan.(Foto/Ist) (Disperindag Bengkulu)
Tabung gas elpiji subsidi ukuran tiga kg siap disalurkan ke lapangan.(Foto/Ist) (Disperindag Bengkulu)

Bengkulu,SUARAPEMBARUAN-Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Donni Swabuana mengatakan, persedian gas elpiji subsidi ukuran 3 kg untuk masyarakat ekonomi menegah kebawah di daerah ini cukup untuk Februari 2025.

"Tadi pagi saya koordinasi dengan Pertamina bahwa kondisi gas elpiji ukuran 3 kilogram cukup untuk Februari," kata Doni Swabuana saat dikonfrimasi melalui telepon, Senin (3/2/2025).

Ia mengimbau masyarakat Bengkulu, tidak panik dengan aturan baru, karena hanya penyesuaian cara beli masyarakat saja yang berubah dahulu ada pengecer atau warung sekarang langsung ke pangkalan.

Baca Juga: Agresif Perluas Akses Energi Bersih, PGN Genjot Jargas Tahun 2025: Kejar 1 Juta Sambungan!

Ditegaskannya, bersasarkan SK Gubernur Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kilogram di Bengkulu berbeda di Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah dan Seluma pada harga Rp 19.000, Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong Rp 20.000, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan dan Lebong Rp 21.000 serta di Kabupaten Mukomuko dan Kaur Rp 22.000.

"Tujuan pemerintah baik agar subsidi tepat sasaran maka pembelian dialihkan batas pangkalan tidak diecer," jelasnya.

Ia menambahkan, di Provinsi Bengkulu mayoritas desa dan kelurahan telah memiliki pangkalan, sehingga masyarakat tidak akan menemui kendala untuk mendapatkan elpiji subsidi 3 kilogram di daerahnya.

Baca Juga: Kejari Bengkulu Musnahkan Ratusan Butir Peluru Hasil Tangkapkan Polisi

Meski demikian, kata Donni kemungkin ada beberapa desa saja keberadaan pangkalan masih kurang. Bagi desa seperti ini yang pangkalan gas dirasa kurang, maka disarankan agar pengecer naik kelas menjadi pangkalan.

"Kita sarankan pengecer naik kelas jadi pangkalan agar kebutuhan gas elpiji 3 kg di desa dan kelurahan bersangkutan dapat terpenuhi dengan biak, sehingga masyarakat mudah mendapatkan bahan bakar bersih ini," ujarnya.

Dari pantauan di lapangan, selama ini mayarakat di beberapa kabupaten dan kota di Bengkulu, membeli gas elpiji subsidi 3 kg di pangkalan bukan di warung kecuali persedian stok gas di pangkalan sedang kosong.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Ketetapan HPP Gabah Rp6.500, Tindak Tegas Pihak yang Merugikan Petani

"Sedikit Pak, warung bisa yang jual gas elpiji 3 kg, karena untuk mendapatkan bahan bakar ini susah. Sebab, warga membeli gas 3 kg di pangkalan harus menggunakan foto copy KK dan beli dibatasi hanya 1 tabung per KK," ujarnya.

Sebenarnya, pengalihan warga beli gas 3 kg dari pengecer ke pangkalan tidak kaget lagi. Soalnya, selama ini, khususnya warga Kota Bengkulu membeli gas elpiji di pangkalan bukan di warung pengecer.

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X