nasional

Nama Imlek Ternyata hanya Dikenal di Indonesia, Di China Pakai Istilah Sin Cia atau Tahun Baru Lunar

Rabu, 29 Januari 2025 | 07:27 WIB
Wali Kota Semarang Terpilih Agustina Wilujeng Pramestuti memukul gong tanda penutupan Pasar Imlek Semawis 2025, Senin (27/1/2025) malam.

Perayaan Imlek semakin meriah pada masa Dinasti Tang hingga Qing, didukung oleh kemakmuran ekonomi.

Selain ritual keagamaan, masyarakat mulai menggelar perayaan seperti pameran lampion, pertunjukan seni, hingga kunjungan ke sanak saudara.Baca Juga: Squid Game 3 Jadi Final Series, Sutradara Hwang Dong-hyuk Terbuka dengan Ide Spin-off

Tradisi ini terus berlanjut hingga era modern dengan penyesuaian sesuai zaman.

Saat ini, Imlek identik dengan dekorasi khas berwarna merah, seperti lentera dan amplop merah (angpao), serta kegiatan sosial yang lebih beragam.

Perayaan Imlek di Indonesia

Menariknya, istilah "Imlek" hanya digunakan di Indonesia.Baca Juga: DPRD Minta Dinas PUPR Bengkulu Segera Atasi Kerusakan Jalan Kepahiang-Seberang Musi

Di negara asalnya, China, perayaan ini dikenal sebagai Sin Cia atau Tahun Baru Lunar.

Nama "Imlek" berasal dari dialek Hokkien, yang berarti "kalender bulan" (im berarti bulan, lek berarti penanggalan).Baca Juga: Kodam IV/Diponegoro Bangun Gereja di Lingkungan Makodam

Istilah ini muncul akibat larangan penggunaan istilah Mandarin di Indonesia selama masa Orde Baru.

Pada era pemerintahan Presiden Soeharto, perayaan budaya Tionghoa, termasuk Imlek, dilarang melalui Instruksi Presiden No. 14 Tahun 1967.Baca Juga: Lagi, Satgas PASTI Blokir 796 Entitas Ilegal

Hal ini disebabkan oleh kebijakan anti-komunis pemerintah yang melihat kebudayaan China sebagai ancaman ideologi Pancasila.

Akibatnya, masyarakat Tionghoa harus merayakan Imlek secara diam-diam tanpa adanya hari libur khusus.

Namun, diskriminasi ini mulai dihapus setelah runtuhnya Orde Baru.Baca Juga: Pertamina Tegaskan Penggunaan LPG 3 Kg Sesuai Aturan Dirjen Migas

Presiden B.J. Habibie dan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mencabut larangan tersebut, sehingga masyarakat Tionghoa kembali bebas mengekspresikan kebudayaannya, termasuk perayaan Imlek.

Meski demikian, jejak diskriminasi yang terjadi selama puluhan tahun masih meninggalkan bekas di masyarakat.*

Halaman:

Tags

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB