Bukan hanya kegembiraan, pertunjukan juga dihiasi keharuan, saat Romo Sukendar tampil menyanyikan lagu Bapa yang Menerima, karya mendiang Romo Agustinus Suryonugroho, untuk mengenang pendukung OJR 1 dan 2 yang berpulang ke hadirat Bapa di surga.
Mereka yakni Uskup Mgr Pujasumarta, Rm Suparyono, Rm Agustinus Suryonugroho, Rm Tri Wahyu, Diakon Adi, Rm Ervan Simamora, musisi Djaduk Ferianto serta seniman Gareng Rakasiwi.Baca Juga: Anggota Komisi VI sebut Andi Amran The Best of Agriculture Minister
Menghibur
Tampilnya para punakawan, Rm Alip (Semar), Rm Sigit (Gareng), Rm Didik (Petruk) dan Rm Buset (Bagong) plus pelawak Srimulat, Marwoto, menjadi “goro-goro” dalam pertunjukan ini, dan terbukti mampu membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal.
Marwoto yang berperan sebagai Petruk mampu menyegarkan dialog para punakawan dengan celotehan yang segar, nyeleneh, tapi menghibur. Baca Juga: Wakil Ketua I dan II DPRD Seluma Diambil Sumpah dan Janji
Tokoh Bagong yang diperankan Romobuset, praktis menjadi “man of the match” dalam pertunjukan ini. Pastor Paroki Plamongan Indah Semarang ini, kerap diisengi dan dijahili para punakawan, terutama Marwoto.Baca Juga: Alumnus ITS Inovasikan Desain Kereta Bandara
Kehadiran Den Baguse Ngarso sebagai Batara Guru, juga menjadi sisi lain yang bikin gayeng. Sama seperti Marwoto, seniman bernama asli Susilo Nugroho itu juga kerap ‘gasaki’ (mengejek) Romobuset.
Tak terima dikerjai Batara Guru, Bagong pun membalas. “Pokoke saiki aku arep mbales (Pokoknya sekarang aku mau membalas),” kata Bagong.Baca Juga: OJK Perintahkan Perbankan Tutup 8000 Rekening Terindikasi Judi Online
“Arep mbales piye, lha wong dana pertunjukkan iki mlebu nggonmu kabeh (mau balas bagaimana, karena seluruh dana pertunjukan ini masuk ke tempatmu),” tukas Batara Guru.
Penonton pun sontak tertawa. Kabarnya, dana pertunjukkan OJR 3 di Semarang diperuntukkan untuk pembangunan gedung pastoran dan pastoral Gereja Santa Maria Bunda Allah (MBA) Plamongan Indah. Baca Juga: Atasi Pengangguran di Bengkulu, Pemprov Rangkul BUMN dan Pengusaha Lokal
Keusilan dan kejahilan Den Baguse Ngarso pun berlanjut. Kali ini, Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko, yang jadi bintang tamu, jadi “korban”nya.
“Apa jadi Uskup itu nyogok Paus atau karena prestasi?” selorohnya.
Monsinyur Rubi tak mau kalah dengan pertanyaan nyeleneh itu, dan tangkas memberi jawaban. “Jawabannya: atau,” tukasnya, disambut tawa penonton.Baca Juga: Orasi Budaya Prof Suharnomo: “Budaya Kita Diintervensi K-Pop”
Dalam talkshow itu, Rektor Seminari TOR Sanjaya Jangli Rm Yohanes Gunawan Pr mengaku bersyukur, seminarinya akan memasuki usia 44 tahun.
“6 tahun lagi masuk tahun emas. Selama 44 tahun berkarya, kami telah melahirkan 724 frater dan 2 orang uskup, termasuk Mgr Rubi yang adalah Uskup KAS ke-6,” kata Romo Gun.Baca Juga: Pasar Gubug Kebakaran Lagi, 797 Kios dan Los Pedagang Ludes Terbakar