nasional

CEO Promedia Agus Sulistriyono: Bisnis Media Berkelanjutan Dibangun dengan Produksi Konten Berkualitas

Kamis, 24 Oktober 2024 | 15:12 WIB
Seminar jurnalistik bertajuk "Mediapreneurtalks-BRI Journalism 360 Jurnalisme Berkualitas dan Berkelanjutan", yang digagas Promedia dan Bank BRI di Aston Inn Hotel Semarang, Kamis (24/10). (Suara Merdeka )

Semarang, SUARA PEMBARUAN – CEO Promedia Agus Sulistriyono mengatakan, bisnis media berkelanjutan dibangun dengan produksi konten berkualitas.


"Saya punya keyakinan bahwa bisnis informasi tidak akan pernah mati. Tapi medium akan silih berganti. Bangun brand media kita dengan konten berkualitas agar bisnis bisa berkelanjutan. Apapun mediumnya," ujar Agus Sulistriyono, di depan ratusan wartawan media online dalam seminar jurnalistik bertajuk "Mediapreneurtalks-BRI Journalism 360 Jurnalisme Berkualitas dan Berkelanjutan", di Aston Inn Hotel Semarang, Kamis (24/10).

Baca Juga: Nanti Malam Kupikir Lagi dari Resah menjadi Album Baru Mitty Zasia


Acara yang didukung Bank BRI itu, menghadirkan CEO Promedia Agus Sulistriyono, Koordinator Bidang Pelatihan dan Program Jurnalisme Berkualitas Publisher Rights Dewan Pers Fransiskus Surdiasis, CEO Props Ilona Juwita, dan General Manager Media Network Promedia Agil Hari.


Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas jurnalisme di Indonesia serta membekali para jumalis dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan tantangan jurnalisme di era digital.

Baca Juga: Tenang, Milikamu Fest digelar bukan saat Week End
Dengan begitu keberlangsungan hidup media digital dalam bentuk media daring dan media sosial hingga televisi serta radio dalam jaringan internet bisa berlangsung lama bahkan berkelanjutan.
CEO ProPS Ilona Juwita dalam presentasi menyoroti bahwa perubahan gaya iklan di media. Selain aspek visual, iklan juga harus disesuaikan dengan karakter konten.


"Iklan itu sekarang gak cuma visual, tapi isinya pesan. Kadang orang buka artikel bola, iklannya soal badminton. Gak masuk ke pembaca meskipun kelihatan. Jadi sekarang kita optimalkan iklan sesuai dengan karakter konten," ujar Ilona Juwita.


Seminar "BRI Journalism 360" ini membahas berbagai topik menarik, mulai dari etika jurnalistik, verifikasi fakta, pemanfaatan teknologi dalam proses jurnalistik, hingga penguatan revenue streaming.

Baca Juga: SiBakul Financetopia dan Maskot Mas Temo di Hari Inklusi Keuangan DIY
Para insan media juga dibekali dalam memaksimalkan pendapatannya melalui iklan otomatis yang dikenal dengan programmatic ads. Peserta mendapat kesempatan untuk belajar dari para ahli dan praktisi media yang berpengalaman.


Koordinator Bidang Pelatihan dan Program Jurnalisme Berkualitas Publisher Rights Dewan Pers Fransiskus Surdiasis menilai bahwa indikator jurnalistik berkualitas adalah bagaimana dan dari mana sebuah berita atau konten tersebut dibuat.

"Sumber yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan serta mengedepankan etika jurnalistik, membuat konten lebih mudah dicerna dan dipahami oleh pembaca," ungkapnya.

Baca Juga: Berkontribusi Untuk Papua dan Maluku, Telkomsel Tingkatkan Kapabilitas Digital Generasi Muda
General Manager Media Network Promedia Agil Hari Santoso memaparkan terkait tren penggunaan mesin pencari dalam penggunaan sehari-hari berselancar di internet. Dia menjelaskan perubahan algoritma platform search engine Google yang memengaruhi industri media online.


"Perubahan algoritma yang dilakukan Google pasti memiliki pengaruh ke seluruh website, termasuk ke media online. Kemampuan untuk beradaptasi akan perubahan tersebut adalah tantangan yang perlu dihadapi seluruh pengelola media di Indonesia," kata Agil.


Selain pemaparan materi, peserta juga berkesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pikiran dengan para pembicara dan sesama peserta. Hal ini diharapkan dapat memperkuat jaringan antar sesama jurnalis dan mendorong kolaborasi dalam menghasilkan karya jurnalistik yang lebih baik.

Halaman:

Tags

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB