Pada sektor IKNB per Juni 2024, Perusahaan Pembiayaan di Jawa Tengah mencatatkan peningkatan nilai piutang pembiayaan sebesar 9,44 persen yoy mencapai Rp32,71 triliun dengan NPF sebesar 2,97 persen.
Namun demikian, modal ventura di Jawa Tengah mengalami penurunan penyaluran sebesar -16,27 persen yoy dengan total nominal sebesar Rp1,05 triliun.
Baca Juga: Dukung Program Indonesia Hijau, Komunitas BKKB Bengkulu Gelar Festival Bonsai
Selanjutnya aset DanaPensiun di Jawa Tengah tumbuh sebesar 3,51 persen (yoy) mencapai Rp6,76 triliun.
Jumlah penyelenggara fintech peer to peer lending berizin OJK yaitu sampai dengan posisi 12 Juli 2024 sebanyak 98 penyelenggara yang terdiri dari 91 penyelenggara konvensional dan 7 penyelenggara dengan sistem syariah.
Kinerja fintech peer to peer (P2P) Lending di Jawa Tengah tercatat tumbuh positif meningkat sebesar 27,08 persen yoy dengan outstanding pinjaman mencapai Rp5,27 triliun.
Baca Juga: Pemprov Sediakan BPJS Gratis dan Beasiswa Perangkat Desa di Bengkulu
TWP 90 P2P lending per Juni 2024 tercatat sebesar 2,69 persen atau menurun dari tahun sebelumnya sebesar 2,96 persen.
Di sisi lain, Perusahaan Penjaminan di Jawa Tengah posisi bulan Juni 2024 mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,39 persen (yoy) jumlah nasabah sebanyak 489 orang dengan total penyaluran penjaminan sebesar Rp4,11 triliun.
Industri Pergadaian di Jawa Tengah juga tumbuh sebesar 18,71 persen (yoy) mencapai Rp5,82 triliun.
Baca Juga: Cukup Tunjukan KTP dan KK, Masyarakat Bengkulu Bisa Berobat Gratis
Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di Jawa Tengah tercatat memiliki jumlah LKM terbanyak secara nasional yakni sebanyak 112 LKM dengan penyaluran pinjaman yang diberikan mencapai Rp460 milliar atau tumbuh 6,01 persen (yoy) dengan jumlah aset sebesar Rp693 miliar tumbuh 16,50 persen (yoy).
Transaksi Pasar Modal di Jawa Tengah didominasi oleh investor individu dengan jumlah SID Saham mencapai 681.361 investor pada Juni 2024 dengan nilai transaksi Rp6,01 triliun.
Sementara itu jumlah SID reksadana dan SBN juga meningkat masing-masing 17,45 persen dan 23,01 persen.
Baca Juga: Diikuti 7 Negara, Asian School Badminton Championship Dibuka