Gerakan Pangan Murah serentak dilaksanakan di wilayah Jawa Tengah menjelang Idul Fitri 2024. Di Semarang, digelar di halaman Balai Kota Semarang selama dua hari yaitu 1 – 2 April 2024.
Kegiatan bazar Ramadan Kota Semarang diikuti sebanyak 60 UMKM yang juga menyediakan tebus murah paket sembako total 3.387 paket.
Sementara itu, Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana meminta Pemerintah Kota/kabupaten se-Jawa Tengah menjaga kestabilan harga atau inflasi di wilayahnya. Bekerja sama dengan Bank Indonesia, sejumlah wilayah di Jawa Tengah menggelar pasar murah serentak.
“Kami harapkan inflasi kita di bulan ini terjadi penurunan, hasil yang disampaikan ibu Plt Kepala BPS RI, yang menyatakan bahwa inflasi di Jateng berada di bawah. Bulan ini kita atensi karena bisa turun, namun naik kembali kadang kita lalai, saya minta untuk terus menjaga harga di pasaran agar tidak melonjak signifikan,” paparnya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra menyampaikan, bahwa kenaikan harga terpantau di komoditas gula pasir, cabai, bawang merah terjadi di 12 kota se-Jawa Tengah.
“Ada 9 kota yang kami pantau inflasinya. Kemudian, ada 3 daerah tidak dipantau yaitu Pemalang, Brebes dan Salatiga,” katanya.
Menurut Rahmat, kegiatan gerakan pangan murah (GPM) ini total menyalurkan sebanyak 150 ton beras, 18 ton gula pasir, dan 9 ton ayam ras.
“Inflasi bulan ini bisa turun berkat kerjasama dengan stakeholder baik pemerintah provinsi, seluruh kota/kabupaten se-Jawa Tengah. Harapannya sinergi terus untuk stabilitas harga sembako menjelang Lebaran,” pungkasnya.*