Semarang, suarapembaruan.news – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, kegiatan gerakan pangan murah sekaligus tebus paket sembako digelar memudahkan masyarakat untuk mencari kebutuhan Lebaran.
“Tebus murah ini untuk masyarakat menengah ke bawah dengan harga Rp 150 ribu ditebus hanya Rp 50 ribu. Tapi yang lainnya ini adalah dijual dengan harga rata-rata ada di bawah harga pasar, seperti daging, ada selisih sampai Rp 15.000/kg. Minyak goreng juga selisih sampai Rp 3.000 – Rp 4.000/liter,” ujar Mbak Ita dalam kegiatan Bazar Ramadan dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan Pemerintah Kota Semarang bersama Bank Indonesia di halaman Balai Kota Semarang, Senin (1/4).
Bazar ini, lanjut Mbak Ita, tentunya memudahkan dan membantu masyarakat untuk bisa belanja menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Kami berharap ini merupakan salah satu stimulan untuk membantu masyarakat cukupi kebutuhan Lebaran,” jelasnya.
Tak hanya bazar di Balai Kota Semarang, Pemerintah Kota Semarang juga berencana menggelar tebus suka-suka dengan membayar 2,5 kg beras dan membayar suka rela. Tebus suka-suka ini akan dilakukan di tiga kecamatan yang terdampak banjir di Kota Semarang.
“Ini kemarin mencontoh dari Yayasan Sam Po Kong, di mana beras ini dikumpulkan baik dari teman-teman PNS. Kami menghimpun beras, nanti dibagikan di tiga kecamatan untuk bisa tebus suka-suka oleh warga kurang mampu. Jadi mau bayar Rp 10.000 atau Rp 1.000 atau Rp 5.000 atau berapa pun lah mereka mampu,” jelasnya.
Sejumlah paket sembako yang disiapkan, ludes dalam hitungan jam. Beragam bahan pangan juga dijual dengan harga yang sangat terjangkau bagi masyarakat. Mereka tampak antusias berbelanja kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri 1445 H.
Tak hanya berisi stand Pak Rahman (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman), ada UMKM kuliner hingga fashion. Serta ada pula stand BUMN BUMD dan Perusahaan Mitra Pemerintah Kota Semarang yang menyiapkan paket tebus murah senilai Rp 150 ribu yang dijual dengan harga Rp 50 ribu.
Warga Semarang Barat, Astrid mengaku sangat terbantu dengan adanya bazar pangan murah jelang Lebaran.
Di Bazar Ramadan ini, dirinya hanya mengeluarkan Rp 5 ribu untuk membeli 250 gram cabai. Padahal, harga di pasaran sekitar Rp 12 ribu untuk 250 gram.
“Tapi harus cashless pembayaran pakai QRIS. Kalau biasanya belanja seperempat kilo (250 gram) harganya Rp 12 ribu, disini Rp 5 ribu,” kata dia.
Tak hanya itu, dirinya juga mendapatkan kupon tebus murah sembako berisi 5 kilogram beras, 2 liter minyak, 1 kilogram gula pasir, dan 1 pcs kecap. Harga paket sembako tersebut semestinya Rp 150 ribu, namun hanya ditebus seharga Rp 50 ribu.
“Hemat banyak dan sangat membantu masyarakat di tengah harga pangan cukup mahal. Apalagi, harga banyak yang naik jelang Lebaran,” tuturnya.
Artikel Terkait
Gandeng Bank Indonesia, Pemprov Jateng Gelar Gerakan Pasar Murah Serentak di 4 Kota, Kendalikan Harga Beras
Kendalikan Inflasi, Disperindag Bengkulu Bersama BI Gelar Pasar Murah Sembako
Gelar 99 Kali Pasar Murah, Pemprov Jateng Bukukan Omzet Rp5,6 Miliar
Safari Ramadan Gubernur Rohidin di Bengkulu Selatan Gelar Pasar Murah dan Serahkan Bantuan Masjid
Antisipasi Harga Naik,Pemkot Bengkulu Salurkan Beras SPHP Lewat Pasar Murah