Gelar 99 Kali Pasar Murah, Pemprov Jateng Bukukan Omzet Rp5,6 Miliar

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Sabtu, 16 Maret 2024 | 07:03 WIB
Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana saat meninjau kegiatan GPM dan launching penyaluran Program Subsidi Pangan Provinsi Jawa Tengah di Kelurahan Pekunden, Kota Semarang, Jumat (15/3).
Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana saat meninjau kegiatan GPM dan launching penyaluran Program Subsidi Pangan Provinsi Jawa Tengah di Kelurahan Pekunden, Kota Semarang, Jumat (15/3).

Semarang, suarapembaruan.news – Berhasil menggelar 99 kali Pasar Murah bertajuk Gerakan Pasar Murah (GPM) sejak Januari hingga awal Maret 2024, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membukukan omzet hingga Rp5,6 miliar.

GPM akan terus digenjot pada Ramadan hingga jelang Idul Fitri, supaya mampu menekan laju inflasi sekaligus menyediakan pangan terjangkau bagi masyarakat.

Baca Juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, Jateng Lakukan Rekayasa Cuaca

"GPM sangat dibutuhkan untuk menjaga keterjangkauan masyarakat untuk membeli bahan pokok," kata Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana saat meninjau kegiatan GPM dan launching penyaluran Program Subsidi Pangan Provinsi Jawa Tengah di Kelurahan Pekunden, Kota Semarang, Jumat (15/3).

Pelaksanaan GPM serentak pertama dilakukan pada 8 Maret 2024 di 5 titik, yaitu Kota Semarang, Kota Surakarta, Kabupaten Batang, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Banyumas.

Pada saat itu telah digelontorkan beras di masyarakat sebanyak 24 ton.

Baca Juga: 28 Pompa Bekerja dan Hujan Mereda, Banjir di Sejumlah Titik di Kota Semarang Mulai Surut

GPM di Kelurahan Pekunden merupakan bagian dari GPM Serentak kedua yang digelar di Provinsi Jawa Tengah. Ada lima daerah yang secara bersamaan menggelar kegiatan serupa, yaitu Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Tegal, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Banyumas dengan total penyaluran beras SPHP sebanyak 33 ton.

"Upaya ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini, namun harus semakin masif dilakukan oleh Kabupaten/Kota dengan berkoordinasi dengan Perum Bulog,” katanya.

Ia manergetkan, pelaksanaan GPM se Jawa Tengah hingga menjelang Idul Fitri nanti bisa sampai 130 kali.

Baca Juga: Pemkot Semarang Bersama TNI-Polri Bangun Dapur Umum untuk Korban Banjir Kota Semarang

Sebab, Nana menjelaskan, angka inflasi Jawa Tengah pada Februari 2024 secara tahunan (year on year/YoY) 2,98% atau naik sebesar 0,29% dari Januari 2024. Secara bulanan (month to month/MtM) inflasi Jawa Tengah sebesar 0,57%.

"Andil terbesar inflasi Jawa Tengah pada Februari 2024 disumbang oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau," jelasnya.

Oleh karena itu, kegiatan GPM yang dirangkai dengan Program Subsidi Harga Pangan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X