nasional

Tetap Terjaga, Produksi Kopi, Kakao, dan Teh di Pulau Jawa 220.000- 250.000 ton

Senin, 20 Juli 2026 | 21:32 WIB
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, pada penutupan JCFF 2026 di Surabaya. (Ist)

Surabaya, SUARA PEMBARUAN – Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengatakan, produksi kopi, kakao, dan teh di Pulau Jawa pada 2024 tetap terjaga, 220 ribu - 250 ribu ton, dengan Jawa Timur menjadi sentra utama produksi kopi dan kakao.

Hal tersebut disampaikan Filianingsih, pada penutupan Java Coffee & Flavor Festival (JCFF) 2026 di Alun-Alun Surabaya, Minggu (19/7/2026) malam.

Ia menilai, tema "From Local Flavors to Global Horizon" mencerminkan tekad bersama untuk membawa komoditas unggulan Indonesia menembus pasar dunia melalui penguatan kualitas, inovasi, dan kolaborasi.

Hadir dalam acara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim, Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan, Thoriq Majiddanor, Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak, serta para pelaku usaha, eksportir, petani, UMKM, akademisi, dan komunitas kopi maupun kakao.

Dalam kesempatan sama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Jatim merupakan salah satu dari lima provinsi penghasil kopi terbesar di Indonesia. Volume produksi mencapai 80.895 ton yang ditopang oleh empat kabupaten yaitu Malang, Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo.

Angka tersebut juga didukung dengan fakta luas kebun kopi rakyat Jatim yang mencapai 123.720 hektare. Tersebar di berbagai sentra utama yakni Malang, Banyuwangi, Bondowoso, Jember, dan Situbondo.

Selain kopi, Jatim juga tercatat berhasil meningkatkan produksi tanaman kakao. Melalui klasterisasi tanaman kakao di wilayah Blitar, Madiun, Trenggalek, hingga Pacitan, Khofifah menyebut bahwa akan terus mengintegrasikan diversifikasi tanaman perkebunan daerah.

"Kopi dan kakao adalah dua agrokomoditas unggulan yang siap terus ditingkatkan daya saingnya guna menjamin stabilitas pendapatan para petani," ucap Khofifah.

Saat ini dikatakan, preferensi lifestyle masyarakat global tengah bergeser ke arah produk yang berkelanjutan dan bercita rasa premium. Ini tentu jadi peluang besar bagi Jawa Timur untuk semakin memperkuat posisi sebagai salah satu sentra kopi unggulan Indonesia.

Tags

Terkini