nasional

Wakapolri: Kurikulum Pendidikan Polri Berbasis HAM, AI, dan Bbg Data i Diterapkan 2027

Senin, 6 Juli 2026 | 17:33 WIB
Wakapolri Kimjen Dedi Prasetya ketoka menghadiri acarq di Akpol Semarang. (Foto/Ist)

 

Sematang,SUARA PEMBARUAN – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo mengatakan Polri tengah melakukan reformasi sistem pendidikan melalui penyusunan kurikulum baru yang akan mulai diterapkan pada 2027.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakapolri usai menghadiri Analisis dan Evaluasi (Anev) Pendidikan dan Pelatihan Semester I Tahun 2026, peresmian Kelas Tematik Akademi Kepolisian (Akpol), dan peresmian Laboratorium Sosial Sains Kepolisian di Akpol, Semarang.

Menurut Dedi, kurikulum baru disusun agar selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 serta rekomendasi reformasi kepolisian.
"Seluruh kurikulum pendidikan Polri sedang didesain ulang agar sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 dan rekomendasi reformasi kepolisian.

Pendidikan Polri ke depan harus semakin berbasis hak asasi manusia, memperkuat kompetensi, profesionalisme, serta menjawab tantangan perkembangan zaman," katanya.

Ia menjelaskan reformasi tersebut mencakup seluruh jenjang pendidikan Polri, mulai dari pendidikan pembentukan hingga pendidikan pengembangan tingkat pertama, menengah, dan tinggi.

Kurikulum baru juga akan diterapkan pada pendidikan pembentukan Bintara Polri, Bintara SPKT, Brimob, Polair, dan Intelijen.

Pada kesempatan itu, Wakapolri juga meresmikan Kelas Tematik Akpol sebagai inovasi pembelajaran yang menampilkan representasi fungsi-fungsi utama kepolisian.

Ke depan, konsep tersebut akan dikembangkan di seluruh kepolisian daerah dengan menyesuaikan karakteristik wilayah, kearifan lokal, serta pemanfaatan big data sebagai media pembelajaran bagi para taruna.

Menurut Dedi, transformasi pendidikan juga diarahkan untuk menyiapkan taruna sebagai pengawas lini pertama (first line supervisor) dan calon pemimpin Polri yang mampu memanfaatkan teknologi digital, analisis berbasis data, serta kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam proses pengambilan keputusan.

Selain itu, Wakapolri meresmikan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian yang dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi digital, big data, dan AI untuk mendukung pembelajaran berbasis riset serta pengambilan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun hukum

Ia mengatakan laboratorium tersebut diharapkan menjadi pusat pengembangan analisis sosial kepolisian sekaligus memperkuat penerapan pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based policing).

Transformasi pendidikan juga akan diperluas ke jenjang pendidikan kepemimpinan melalui pembangunan Laboratorium Kepemimpinan Digital di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri.

Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung pembelajaran bagi para perwira menengah dan perwira tinggi agar mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, efektif, efisien, dan berbasis data.

Menurut Dedi, reformasi pendidikan menjadi bagian dari upaya Polri membangun sumber daya manusia yang unggul melalui penguatan kompetensi, reformasi kultur organisasi, dan peningkatan profesionalisme personel guna menjawab harapan masyarakat serta menghadapi tantangan global, regional, dan nasional.

Tags

Terkini

Romo Para Jomblo Itu Telah Berpulang…

Jumat, 3 Juli 2026 | 15:29 WIB