Lembang, SUARA PEMBARUAN- Peresmian revitalisasi Masjid Panggilan Sujud di lingkungan Sespim Lemdiklat Polri dalam rangka Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 berlangsung khidmat dan penuh kehangatan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., turut menyerahkan santunan kepada 25 anak yatim binaan Yayasan Al-Khoiriyah dari wilayah sekitar Lembang.
Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa revitalisasi Masjid Panggilan Sujud tidak hanya bertujuan menghadirkan sarana ibadah yang lebih representatif, tetapi juga menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pembinaan akhlak, pendidikan, kepedulian sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
"Masjid harus menjadi tempat yang memakmurkan umat. Bukan hanya tempat bersujud kepada Allah SWT, tetapi juga tempat tumbuhnya ilmu, akhlak, kepedulian, dan kasih sayang kepada sesama. Dari masjid inilah kita berharap lahir insan-insan Bhayangkara yang berintegritas serta masyarakat yang saling menguatkan," ujar Wakapolri.
Ia menambahkan, memuliakan anak yatim merupakan bagian dari nilai-nilai yang harus terus hidup di setiap rumah ibadah.
"Peresmian masjid akan semakin bermakna apabila diiringi dengan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Kehadiran anak-anak yatim di tengah kita menjadi pengingat agar setiap amanah jabatan dan pengabdian senantiasa dilandasi hati yang penuh empati, keikhlasan, dan rasa syukur," katanya.
Sebanyak 25 anak yatim penerima santunan berasal dari lima Rukun Warga (RW) di sekitar Sespim Lemdiklat Polri. Mereka secara rutin mengikuti pembinaan keagamaan melalui Yayasan Al-Khoiriyah, sebuah majelis pengajian Al-Qur'an yang berdiri sejak 2019 dan berfokus pada pembinaan akhlak, pendidikan agama, serta pendampingan sosial bagi anak-anak.
Imam Masjid Panggilan Sujud sekaligus Pembina Yayasan Al-Khoiriyah, Ustaz Khaerudin, S.H.I., menyampaikan apresiasi atas kepedulian Wakapolri dan jajaran Polri terhadap anak-anak yatm di lingkungan sekitar Sespim.
"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakapolri dan seluruh keluarga besar Polri atas kasih sayang yang diberikan kepada anak-anak yatim di sekitar Sespim. Mereka adalah amanah Allah SWT yang harus kita muliakan dan jaga bersama. Perhatian seperti ini menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar, beribadah, dan meraih cita-cita," ujarnya.
Ustaz Khaerudin menjelaskan, Yayasan Al-Khoiriyah menjadi wadah pembinaan bagi anak-anak yatim dari lima RW di sekitar Sespim untuk belajar Al-Qur'an, memperdalam ilmu agama, serta mempererat ukhuwah. Yayasan juga menjadi jembatan bagi berbagai pihak yang ingin menyalurkan bantuan kepada anak-anak binaannya.
"Kami bersyukur karena keluarga besar Sespim Lemdiklat Polri, termasuk para peserta didik, selama ini memiliki kepedulian yang tinggi kepada anak-anak yatim. Setiap amanah yang dititipkan selalu kami salurkan dengan penuh tanggung jawab kepada mereka yang berhak menerimanya. Semoga Masjid Panggilan Sujud menjadi masjid yang makmur, menjadi pusat ibadah, majelis ilmu, pembinaan umat, sekaligus tempat tumbuhnya kepedulian sosial. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan Bapak Wakapolri beserta seluruh keluarga besar Polri dengan pahala berlipat ganda dan keberkahan dalam setiap pengabdiannya," tuturnya.
Kegiatan santunan ini menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang menegaskan bahwa pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui kepedulian sosial serta kehadiran yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud pun menjadi simbol komitmen Polri dalam membangun keseimbangan antara profesionalisme, spiritualitas, dan nilai-nilai kemanusiaan.