nasional

Ditangkap Jelang Salat Iduladha, Pimpinan Ponpes di Pekalongan Terseret Dugaan Pelecehan Santriwati

Rabu, 27 Mei 2026 | 22:24 WIB
Kekerasan terhadap Perempuan

 



Pekalongan, SUARA PEMBARUAN - Viral di media sosial rekaman penangkapan seorang oknum pimpinan pondok pesantren di wilayah Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Pria berinisial A (55) itu diamankan aparat kepolisian terkait dugaan tindak pelecehan seksual terhadap sejumlah santriwati.

Dalam video yang beredar luas di berbagai platform digital, terlihat petugas dari Polres Pekalongan Kota menjemput A yang mengenakan peci dan baju koko putih. Terduga kemudian langsung digiring menuju kendaraan polisi di tengah perhatian warga sekitar.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut proses pengamanan dilakukan pada Rabu pagi, 27 Mei 2026 sekitar pukul 06.30 WIB, sesaat sebelum pelaksanaan Salat Iduladha.

“Terduga pelaku sudah kami amankan terkait dugaan pelecehan seksual. Yang bersangkutan merupakan salah satu pendiri pondok pesantren di wilayah Buaran,” ujar Riki kepada wartawan.

Dari hasil pendataan awal, polisi menerima laporan dari enam santriwati yang mengaku menjadi korban. Namun jumlah tersebut diperkirakan masih dapat bertambah karena penyidik mendapat informasi adanya korban lain yang bersiap melapor.

“Untuk sementara ada enam korban yang tercatat. Tetapi kemungkinan masih ada korban tambahan,” katanya.

Penyelidikan sementara mengungkap dugaan peristiwa pelecehan terjadi sejak dua hingga tiga tahun terakhir. Modus yang diduga digunakan pelaku yakni meminta korban memijat dirinya ketika masih berstatus santri di pondok pesantren tersebut.

Menurut polisi, aksi dugaan pencabulan dilakukan saat pelaku memanfaatkan situasi sepi dan kedekatan dengan para korban. Korban disebut mengalami tekanan psikologis sehingga lama memilih diam.

“Korban merasa takut melapor karena ada intimidasi dan ancaman. Mereka khawatir mendapat kekerasan atau perlakuan buruk apabila berani bicara,” jelas Riki.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan menambah daftar panjang dugaan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan yang belakangan mencuat ke permukaan. Polisi masih terus mendalami kemungkinan adanya korban lain serta mengembangkan proses penyidikan lebih lanjut.

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB