nasional

UGM wisuda 1.061 lulusan pascasarjana

Rabu, 21 Januari 2026 | 13:37 WIB
Rektor UGM Prof. Ova Emilia, mewisuda 1.061 lulusan pascasarjana dalam periode wisuda ini

 

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN – Universitas Gadjah Mada (UGM) meluluskan 1.061 lulusan pascasarjana dalam periode wisuda kali ini. Rincian lulusan terdiri dari 825 magister, 118 spesialis, 14 subspesialis, dan 104 doktor, ditambah 13 lulusan dari periode sebelumnya. Secara demografi, 55,33% lulusan adalah perempuan dan 44,67% laki-laki. Dari segi prestasi akademik, rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan masa studi menunjukkan konsistensi mutu. Program magister mencatat IPK rata-rata 3,71 dengan masa studi 2 tahun 2 bulan, program spesialis mencapai IPK rata-rata 3,80 dalam 4 tahun, sedangkan program doktor meraih IPK rata-rata 3,84 dengan 20 lulusan berhasil mendapatkan nilai sempurna 4,00.

Dalam sambutannya di Grha Sabha Pramana, Rabu (21/1), Rektor UGM Prof. Ova Emilia menekankan peran strategis pendidikan tinggi sebagai pusat riset dan inovasi. Menurutnya, tantangan pembangunan nasional memerlukan penguasaan iptek yang berlandaskan integritas akademik. “Sebagai institusi pendidikan tinggi, UGM memiliki mandat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang berdampak bagi masyarakat serta menyiapkan talenta unggul masa depan,” tegasnya. Prof. Ova juga menyoroti berbagai kontribusi UGM, mulai dari penelitian terapan yang diakui nasional, aksi kemanusiaan seperti penanganan bencana di Sumatra melalui pembangunan huntara dan penyediaan layanan dasar, hingga program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang melibatkan mahasiswa dan alumni internasional.

Sementara itu, perwakilan Keluarga Alumni UGM (KAGAMA) Timor Leste, Manuel Vong, mengapresiasi konsistensi UGM dalam membangun pendidikan berbasis karakter dan kepemimpinan. Ia menilai UGM berperan sebagai ruang pembentukan nilai dan kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan. “UGM kembali menegaskan perannya sebagai pusat keunggulan akademik sekaligus laboratorium pendidikan karakter dan kepemimpinan,” ujar Manuel yang juga menjabat sebagai Director of Doctoral – DBA Programme Dili Institute of Technology itu. Ia mendorong para alumni untuk menjadi agen perubahan dengan menerjemahkan ilmu menjadi inovasi dan kebijakan publik yang berdampak. Kolaborasi pendidikan lintas negara, menurutnya, adalah fondasi penting untuk pembangunan berkelanjutan di kawasan.

Di sisi lain, perwakilan wisudawan, Anto Maryadi, M.Tr KKK (Magister Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sekolah Vokasi), menyatakan bahwa gelar akademik bukan sekadar pencapaian simbolis, melainkan sebuah amanah sosial. “Gelar akademik membawa komitmen untuk menjalankan profesi dengan lebih bertanggung jawab. Kami siap membawa nilai keilmuan, etika, dan kepedulian sosial dalam setiap peran yang kami jalani,” ungkap Anto. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan pimpinan universitas, dosen, dan keluarga selama menempuh studi, serta menegaskan komitmen para lulusan untuk menjembatani dunia akademik dengan kontribusi nyata di masyarakat.

Tags

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB