nasional

Dari Pabrik Arloji ke Istana Negara: Marsinah Kini Dikenang sebagai Pahlawan Nasional

Rabu, 12 November 2025 | 10:33 WIB
Marsinah, buruh pabrik di Porong Sidoarjo yang diangkat jadi pahlawan nasional.

 
Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Dalam upacara peringatan Hari Pahlawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025), Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh bangsa.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa penganugerahan ini merupakan bentuk penghormatan atas jasa besar para tokoh yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi Indonesia.
“Ini cara kita menghargai pengabdian dan perjuangan mereka bagi bangsa,” ujar Prasetyo di Bogor, Minggu (9/11/2025).

Upacara dimulai dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. 


Di antara penerima gelar tersebut terdapat dua mantan presiden, Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto dan K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Namun, perhatian publik banyak tertuju pada nama Marsinah, aktivis buruh perempuan asal Jawa Timur yang perjuangannya untuk keadilan pekerja kini resmi diakui negara.

 

Perjuangan Marsinah

Marsinah dikenal sebagai buruh pabrik arloji PT Catur Putra Surya, Porong, Sidoarjo, yang gigih menuntut hak-hak pekerja pada awal 1990-an. Ia menjadi simbol keberanian perempuan dalam memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan buruh.

Pada Mei 1993, setelah memimpin aksi mogok kerja menuntut perbaikan nasib, Marsinah dinyatakan hilang. Tiga hari kemudian, jasadnya ditemukan telah tak bernyawa. Tragedi itu mengguncang Indonesia dan menjadikannya ikon perjuangan kaum pekerja melawan ketidakadilan.

 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebutkan bahwa upaya pengajuan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional telah dilakukan sejak 2022.


“Dulu berkasnya belum lengkap. Tapi berkat kerja bersama berbagai pihak, akhirnya semua data berhasil dikumpulkan,” kata Khofifah di Istana Negara.

Ia menambahkan, dorongan agar Marsinah diakui datang dari berbagai serikat buruh di seluruh Indonesia, terutama setiap peringatan May Day.


“Setiap Hari Buruh, hampir semua serikat pekerja menyerukan agar Marsinah diakui sebagai pahlawan. Presiden Prabowo langsung merespons positif,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bahkan membentuk posko khusus untuk melengkapi data sejarah perjuangan Marsinah—mulai dari menelusuri rumah, makam, hingga dokumen primer tentang perjuangannya.

Halaman:

Tags

Terkini