Agar apel lebih bernilai tambah, sejumlah usaha menengah menjadikan buah ini menjadi makanan olahah berupa keripik dan minuman dalam botol kecil. Jenis apel Manalagi cocok untuk minuman, meskipun ada jenis lainnya, apel Ana.
Potensi kekayaan sumber daya alam unggulan lainnya, adalah keindahan Gunung Bromo yang masuk Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Kabupaten Malang. Kemudian Kawah Ijen di Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, serta Taman Nasional Baluran berjuluk Afrika Van Java di Kabupaten Situbondo.
Bahkan daerah tujuan wisata Malang Raya, meliputi Kabupaten/Kota Malang dan Kota Batu, merupakan objek wisata unggulan Jatim, banyak diminati wisatawan mancanegara maupun domestik.
Misi Dagang
Melihat potensi yang dimiliki, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dengan gigih dan tidak mengenal lelah terus menawarkan kekuatan Jawa Timur, ke provinsi-provinsi lain di Indonesia, bahkan manca negara.
Keuletan gubernur bisa dimengerti. Di satu sisi, stok beberapa komoditas di Jatim melimpah setelah dikonsumsi sendiri masyarakatnya. Di lain sisi, provinsi luar Jatim, terutama luar Jawa, membutuhkan mata dagangan tersebut. Barang laku terjual tentu mendatangkan pundi-pundi keuangan bahkan keuntungan.
Upaya yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jatim, bertajuk Misi Dagang Jawa Timur, bertujuan memperkuat perdagangan antar provinsi di Indonesia. Juga mempromosikan pelaku usaha, industri kecil menengah (IKM) dan usaha mikro kecil menengah (UMKM), untuk memperoleh pasar baru.
Dalam misi dagang, Pemprov Jatim, mengajak perwakilan IKM dan UMKM, asosiasi pengusaha, badan usaha milik daerah (BUMD). Sedangkan tuan rumah menyiapkan para pelaku usaha.
Disitulah terjadi transaksi langsung, terhadap barang yang ditawarkan Jatim dan mata dagangan tuan rumah.
Kerjasama saling menguntungkan pun terjadi, baik antar pelaku usaha dan antara pelaku usaha dengan pemerintah daerah. Bahkan sering kali diakhiri dengan penanaman investasi.
Komoditas yang dibawa dalam Misi Dagang Jatim, meliputi unggas, susu dan produk olahannya, gula merah tebu, daging ayam, beras, bawang merah, mesin las, rokok, ikan beku serta peralatan dapur.
Dalam kurun waktu 2019-2025, Misi Dagang Jatim, menggelar 39 kali, menghasilkan total komitmen Rp13,12 triliun. Dari 39 misi dagang itu, antara lain dilaksanakan di Bandar Lampung (Lampung), Balikpapan (Kalimantan Timur), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Makassar (Sulawesi Selatan), Ternate (Maluku Utara), Mataram (Nusa Tenggara Barat). Kupang (Nusa Tenggara Timur), Denpasar (Bali).
Khofifah menyebutkan gelaran misi dagang yang dilakukan Pemprov Jatim, tidak hanya berorientasi pada nilai transaksi semata, melainkan menjadi instrumen strategis dalam membangun konektivitas ekonomi antarwilayah, memperkuat rantai pasok nasional, dan mendorong tumbuhnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Jawa.
Gerbang Nusantara
Kegigihan Khofifah, menawarkan potensi yang dimiliki Jatim, tidak hanya berhenti sampai provinsi-provinsi itu, melainkan terus mempromosikan ke mancanegara, melalui 14 duta besar dan calon duta besar, saat melakukan kunjungan ke Jatim.