nasional

Mahfud MD Ungkap Luka Batin Sri Mulyani Usai Penjarahan, Kecewa Disamakan dengan Sahroni

Kamis, 11 September 2025 | 08:28 WIB
Eks Menko Polhukam RI, Mahfud MD menuturkan cerita pilu mantan Menkeu, Sri Mulyani usai insiden penjarahan. (YouTube.com/LeonHartono)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN — Sri Mulyani Indrawati resmi meninggalkan jabatan Menteri Keuangan RI setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan kabinet pada akhir Agustus 2025.

Keputusan ini muncul di tengah gelombang demonstrasi besar yang menuntut reformasi ekonomi serta perbaikan tata kelola negara.

Publik sempat bertanya-tanya mengenai alasan pencopotan Sri Mulyani. Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, kemudian memberi penjelasan dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Leon Hartono yang tayang Rabu (10/9/2025).

Menurut Mahfud, Sri Mulyani sebenarnya sudah dua kali mengajukan pengunduran diri, namun ditolak Presiden hingga akhirnya digantikan lewat reshuffle.

“Beliau bukan sosok biasa. Ada tiga hal yang membuatnya istimewa: profesional, rekam jejaknya cemerlang di tingkat nasional dan internasional, serta memiliki integritas yang tinggi,” ujar Mahfud.

Mahfud juga mengungkap sisi lain yang jarang diketahui publik: luka batin Sri Mulyani setelah rumahnya ikut dijarah massa. Meski ia bisa memahami bahwa sebagian pelaku melakukannya karena kebutuhan, Sri Mulyani kecewa atas lemahnya pengamanan aparat.

“Beliau bilang, ‘saya enggak apa-apa kalau orang menjarah karena butuh, tapi saya kecewa karena penjagaan aparat kurang,’” tutur Mahfud.

Lebih jauh, kekecewaan mendalam muncul saat Sri Mulyani merasa disamakan dengan anggota DPR RI, Sahroni, yang juga mengalami penjarahan.

“Katanya beliau menangis. Ia merasa tidak pantas disamakan dengan Sahroni, mengingat reputasi dan integritasnya berbeda jauh,” kata Mahfud.

Mahfud menduga lemahnya pengamanan di rumah Sri Mulyani karena aparat menilai dirinya bukan target utama. “Mungkin dianggap bersih, jadi tak diprediksi bakal diserang. Ternyata keliru,” ucapnya.

Selain itu, Mahfud menyinggung arah politik pemerintahan ke depan. Ia memperkirakan reshuffle kabinet tidak berhenti pada Agustus, dan kemungkinan besar akan terjadi lagi pada Oktober 2025, bertepatan dengan satu tahun masa jabatan Presiden Prabowo.*

Tags

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB